Lima Persen Ibu dan Bayi di AS Positif Terinfeksi Zika

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 09/06/2017 11:52 WIB
Lima Persen Ibu dan Bayi di AS Positif Terinfeksi Zika Foto: AFP PHOTO/LUIS ROBAYO
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada Kamis lalu, juru bicara Departemen Kesehatan Amerika Serikat mengeluarkan laporan pertamanya tentang bagaimana virus zika menjangkiti negeri Paman Sam itu.

Dalam laporannya, mereka menyebut lima persen wanita hamil di AS yang positif terinfeksi virus zika, melahirkan bayi cacat.

Padahal di Puerto Rico, Pusat Pencegahan dan Kontrol terhadap Penyakit (CDC) melaporkan wabah zika sudah berakhir. Mereka menunjukkan laporan termasuk jumlah penderita di sejumlah wilayah di Puerto Rico. Laporan menunjukkan bahwa jumlah kasus baru mengalami penurunan drastis.

Kemarin, CDC menegaskan jika wanita hamil tidak disarankan untuk pergi ke Puerto Rico karena zika tetap beresiko untuk wanita hamil.


"Virus zika menimbulkan bahaya serius bagi wanita hamil," kata Direktur Tindakan CDC, Doktor Anne Schuchat, seperti dilansir dari Reuters (8/6).

Ia menambahkan, wanita di Amerika Serikat dan di mana pun yang terus terpapar nyamuk yang membawa virus zika beresiko terinfeksi. Olah karena itu, lanjutnya, semua harus tetap waspada dan berkomitmen untuk mencegah penyebaran infeksi zika.

Dilansir dari reuters, laporan CDC menunjukkan 2.549 kasus wanita hamil dengan kemungkinan infeksi zika, kemudian melahirkan bayi mereka. Dari jumlah ini, sebanyak 1.508 positif terinfeksi. Selain Puerto Rico, kasus muncul di Samoa, Mikronesia, Republik Pulau Marshall, dan Virgin Islands, amerika Serikat mulai 1 Januari 2016 hingga 25 April 2017.

Sekitar lima persen wanita terinfeksi selama tri semester kedua dan sekitar empat persen terinfeksi pada tri semester ketiga memiliki bayi yang terinfeksi virus. Hal ini menunjukkan virus masih berbahaya bagi wanita hamil.

CDC berhenti melaporkan kasus kehamilan dengan zika di Amerika Serikat pada musim gugur lalu karena tak semua punya pemahaman yang sama soal definisi kasus. Puerto Rico punya pencatatan sendiri tentang kehamilan dengan zika.

Menurut laporan pada 2 Juni lalu, Departemen Kesehatan Puerto Rico menyebut terdapat 38 kasus kelahiran dengan infeksi zika di antara lebih dari 3700 wanita hamil yang terinfeksi.

Pemimpin gugus tugas soal kehamilan dan kelahiran dengan virus zika di CDC, Peggy Honein mengatakan akhir Juni nanti CDC akan merangkum laporan reguler dari jumlah kehamilan dan kelahiran yang terinfeksi virus zika di Amerika Serikat.

Pada konferensi ini, jurnalis dengan yurisdiksi masing-masing diperbolehkan menggunakan definisi kasus yang berbeda dalam situs mereka. Namun, pada 22 Juni nanti, semua wilayah Amerika Serikat akan menggunakan standar yang sama seperti definisi dari CDC untuk Amerika Serikat dan Distrik Columbia.

Saat dihubungi, Anne mengatakan CDC membiayai kehamilan dengan infeksi virus dengan dana yang dialokasikan untuk zika tahun lalu. Dia menolak untuk berspekulasi soal pendanaan ke depannya. Administrasi Trump mengajukan pemotongan sebesar 17 persen dana CDC untuk fiskal 2018. Dana ini bakal jadi dana terkecil CDC dalam 20 tahun terakhir.

Saat musim nyamuk muncul di Amerika Serikat, ilmuwan memprediksi transmisi lokal kemungkinan muncul hanya pada dua area yang aktif tahun lalu, yakni Miami dan Brownsville, Texas. Menurut laporan dari Kristian Andersen of the Scripps Research Institute di La Jolla, California yang terbit di jurnal "Nature", hal ini karena nyamuk Aedes aegypti muncul di dua lokasi ini sepanjang tahun.