Wisata Halal, Tekad Taiwan Raih Banyak Turis

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 09:22 WIB
Wisata Halal, Tekad Taiwan Raih Banyak Turis Pemandangan Pulau Shiyu di Taipei, Taiwan. (REUTERS/Tyrone Siu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Taiwan bertekad mengundang lebih banyak wisatawan Muslim. Negara yang beribukota di Taipei itu menempuh sejumlah langkah untuk merealisasikan hal tersebut. Salah satunya dengan menyediakan banyak lokasi yang ramah bagi wisatawan beragama Islam.

Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) Jakarta, John Chen, mengklaim telah memiliki 200 hotel dan restoran yang memiliki sertifikat halal. Tidak ketinggalan, berbagai lokasi wisata serta fasilitas publik juga telah dilengkapi dengan masjid atau musala.

"Kami juga meningkatkan tingkat pariwisata halal di Taiwan," ujar Chen, acara promosi wisata Taiwan di Gandaria City, Jakarta, Senin (1/10) malam.


Berlibur ke Taiwan juga semakin dimudahkan berkat China Airlines yang melayani penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Taoyuan.

Destinasi yang ada di Taiwan sendiri cenderung beragam. Ada tempat ibadah kuno seperti Kuil Longshan, Kuil Xingtian, dan Kuil Paoan.

Wisatawan bisa pula menghabiskan waktu berbelanja di Ximending, Huashan, dan Taipei.

Jika ingin melihat pemandangan kota Taipei, bisa melalui Menara Taipei 101 yang memiliki 89 lantai.

Sementara itu, Taiwan juga tengah mengembangkan sektor agrowisata yang dikoordinir oleh Taiwan Leisure Farms Development Association (TLFDA).

TLFDA merupakan lembaga nirlaba yang didirikan pada 1998. TLFDA mengembangkan potensi wisata agraris dan daerah pedesaan di Taiwan.

Marketing Secretary TLFDA Ngan Kok Lim mengatakan saat ini ada 300 perkebunan yang dikelola secara profesional sebagai destinasi wisata.

Sebagian besar perkebunan tersebut juga memiliki restoran serta penginapan. Sejauh ini, ada 10 perkebunan yang telah memiliki sertifikat halal.

Di antaranya, Fairy Story Ecologial Farm, Toucheng Leisure Farm, Shangrila Leisure Farm, serta Flower Home Leisure Farm.

"Kami membagi dua kelompok yaitu farm yang dikelola oleh pemilik yang juga muslim dan farm yang pemiliknya bukan muslim. Mereka dapat sertifikat Muslim Friendly Restaurant dan Muslim Friendly Tourism yang dikeluarkan oleh Chinese Muslim Association," tutur Ngan saat media trip di Taiwan, akhir September lalu.

[Gambas:Instagram]

Memudahkan Turis Asal Indonesia

Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) Jakarta, John Chen, mengamini bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Karenanya, Chen berharap semakin banyak jumlah wisatawan Indonesia yang berlibur ke negaranya.

Chen mengatakan warga negara Indonesia telah mendapat kemudahan dalam hal pengajuan visa jika ingin berlibur ke Taiwan.

Warga Indonesia yang memiliki visa izin tinggal di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea, Inggris, atau Uni Eropa yang berlaku selama 10 tahun, dapat mengajukan permohonan visa online ke Departemen Imigrasi Kementerian Dalam Negeri Taiwan.

Dengan demikian, tidak perlu lagi ada biaya yang perlu dikeluarkan. Hanya perlu mengurus administrasi.

Chen lalu mengatakan negaranya dikunjungi 189 ribu wisatawan asal Indonesia pada 2017 lalu. Jumlah tersebut tumbuh 46 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Chen berharap jumlah wisatawan Indonesia semakin meningkat pada 2018. Dia menargetkan 250 ribu turis asal Indonesia berlibur ke Taiwan.

"Dengan kelas menengah yang sedang 'booming' di Indonesia dan mencari tujuan wisata yang menyenangkan di luar negeri, kami percaya lebih banyak warga Indonesia tertarik mengunjungi Taiwan. Dan kami yakin bahwa mengunjungi Taiwan akan memberi pengalaman yang tak terlupakan karena banyak hal menarik yang ditawarkan oleh Taiwan," ujar Chen.

Ketua Organisasi Promosi Wisata Taiwan (Taiwan Visitor Association/ TVA), Yeh Chu Lan menambahkan yang disampaikan Chen. Menurutnya Indonesia adalah pasar Muslim terbesar bagi Taiwan.

Oleh karena itu, promosi wisata Taiwan gencar dilakukan kepada agen perjalanan.

Hal itu dilakukan guna memberi pengetahuan yang lebih luas dan mendalam perihal Taiwan sebagai tujuan wisata yang ramah bagi Muslim.

(ard)