CATATAN PERJALANAN

Bertandang ke Kebun dan Peternakan di Taiwan

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 09:57 WIB
Bertandang ke Kebun dan Peternakan di Taiwan Seorang turis melintasi Chiang Kai-skek Memorial Hal di Taipei, Taiwan. (AFP PHOTO / SAM YEH)
Taipei, CNN Indonesia -- Taiwan dikabarkan tengah berupaya menarik banyak wisatawan Muslim. Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengembangkan sektor agrowisata dengan penginapan dan restoran yang ramah bagi Muslim.

Saya dan sejumlah wartawan dari Indonesia mendapat kesempatan untuk mengunjungi beberapa perkebunan di Taiwan atas undangan Taiwan Leisure Farm Development Association (TLFDA) pada akhir September kemarin.

TLFDA sendiri adalah organisasi yang menaungi hampir 200 perkebunan di Taiwan. Saya mengunjungi beberapa di antaranya.


Dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, saya menumpang maskapai China Airlines. Waktu perjalanan sekitar 5 jam hingga tiba di Bandara Taoyuan, Kota Taoyuan.

Saya tiba pada malam hari. Cuaca di Taiwan cenderung sama dengan di Jakarta. Suhu cukup panas namun tidak lembab.

Mengenai waktu, Taiwan sama dengan Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA) atau 1 jam lebih cepat dibanding Jakarta yang termasuk dalam bagian Waktu Indonesia Barat (WIB).

Saya lalu menaiki bus yang disediakan TLFDA menuju Fairy Story Ecological Farm yang berlokasi di Provinsi Yilan.

Fairy Story Ecological Farm adalah perkebunan mini yang memiliki restoran dan penginapan. Kamar penginapan mereka bertema serba kayu.

Keesokan hari, saya diajak berkeliling kebun. Meski tidak terlalu luas, Fairy Story Ecological Farm memiliki banyak jenis tanaman yang dikelola secara organik.

Salah satu hidangan di Fairy Story Ecological Farm. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Mereka membudidayakan bawang putih, bawang merah, rosela, kumquat (buah asli Taiwan), tomat, jambu, cabai, kelengkeng, timun, jeruk nipis, mulberry serta beberapa jenis tanaman buah dan sayuran lainnya.

Sebagian besar hasil kebun itu diolah menjadi makanan yang dijual di restoran.

Saat sarapan, saya pun disajikan santapan dengan bahan dasar dari kebun mereka.

Saya disajikan mi dan salad. Tidak ketinggalan, yang paling berkesan, yakni jus kumquat dan rosela dingin. Rasa manis dan asam kedua minuman itu begitu menyegarkan.

Matahari mulai beranjak naik. Saya kemudian menuju perkebunan selanjutnya, yakni Shangrila Leisure Farm.

Pemandangan di Shangrila Leisure Farm. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Perkebunan Shangrila Leisure Farm berada di wilayah dataran tinggi yang hijau. Saya sempat diajak berkeliling. Sepanjang jalan, terdapat pohon buah-buahan seperti buah naga, tomat, jambu, mangga, dan buah lainnya.

Dikarenakan berada di wilayah bukit, perkebunan juga memiliki pemandangan yang indah. Dilengkapi dengan beberapa tempat untuk barbeque.

Shangrila juga menyediakan layanan penginapan serta restoran yang halal bagi muslim.

Tak hanya itu, Shangrila pun memberikan pertunjukan budaya lokal kepada para tamu. Misalnya berupa wayang khas Taiwan, gasing kayu, dan lampion terbang.

Setelah itu, saya bersama jurnalis lainnya bertolak ke Toucheng Leisure Farm. Perkebunan ini memiliki luas 120 hektare, sehingga dapat memuaskan hasrat akan sensasi berkeliling kebun. Banyak sekali jenis tanaman buah dan sayuran.

Pemandangan di Toucheng Leisure Farm. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Para pengunjung umumnya tidak hanya diajak berkeliling kebun, tetapi juga diajak memanggang pizza menggunakan oven lumpur yang dipanasi oleh api dari kayu.

Para pengunjung pun diperkenankan memetik beberapa sayuran selama berkeliling untuk dimasak bersama pizza.

Toucheng Leisure Farm juga menyediakan penginapan. Saya bermalam di sana bersama rombongan.

Hari selanjutnya, saya menuju Lan Yang Shrimp Land, sebuah peternakan udang air tawar. Uniknya, pengelola juga menyediakan kolam berisi udang untuk dipancing. Pengunjungnya begitu banyak saat saya berada di sana.

Sensasi memancing udang tidak berbeda jauh dengan memancing ikan. Bedanya, saya dapat lebih cepat mendapat udang melalui tongkat pancing di Lan Yang Shrimp Land. Pengunjung boleh membawa pulang udang atau minta dimasakkan untuk disantap di tempat.

Tak lama berada di sana, saya berangkat menuju Cing Dong Crab Ecological Farm atau peternakan kepiting. Peternakan ini juga telah mengantongi sertifikat halal.

Di Cing Dong Crab Ecological Farm, saya diperkenalkan dengan cara membudidayakan kepiting.

Wisata di tempat ini memang akan diberi paparan tentang cara budidaya kepiting selama setahun hingga bisa dipanen. Cing Dong Crab Ecological Farm juga memiliki restoran untuk menyantap kepiting yang dibudidayakan.

Setelah itu saya menuju Flower Home Leisure Farm. Keunikan tempat wisata ini adalah lokasi yang rimbun dan asri. Mereka juga menjual tanaman hias.

Suasana restoran di Flower Home Leisure Farm. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Selain itu, Flower Home Leisure Farm juga terkenal menjual produk-produk yang berbahan dasar alami. Misalnya, mereka menjual sampo penangkal botak, pengharum ruangan, sabun, sabun wajah, dan lain-lain.

Saya berkesempatan bermalam di penginapan yang ada di Flower Home Leisure Farm. Kamar penginapan yang mereka miliki bertemakan serba kayu.

Keesokan hari, saya lanjut berkunjung ke Zhuo Ye Cottage yang berlokasi di Shuantian Village, Sanyi Townhip, Kota Miaoli. Lokasi wisata ini berarsitektur rumah tradisional Taiwan dan dikelilngi oleh pepohonan nan rimbun.

Ciri khas Zhuo Ye Cottage adalah menjual kain berwarna biru indigo. Mereka menjual kaos, syal, tas, dan sapu tangan berwarna biru indigo.

Zhuo Ye Cottage. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Restoran di tempat ini bersertifikat halal dan menyajikan menu vegetarian. Sama sekali tidak tersedia makanan dari olahan daging.

Saya lalu menuju Flying Cow Ranch di kawasan perbukitan di Kota Miaoli. Pemandangan indah lengkap dengan padang rumput hijau yang menyejukkan mata menyambut saya.

Flying Cow Ranch merupakan peternakan sapi, kambing, dan bebek.

Flying Cow Ranch. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Ada sekitar 300 ekor sapi yang diternakkan di tempat ini, terdiri dari sapi Holstein yang memiliki totol hitam dan putih, serta sapi asal Inggris yang berwarna cokelat.

Sapi-sapi tersebut menghasilkan susu yang nantinya diolah menjadi banyak varian produk, antara lain susu segar, yoghurt, es krim, hingga sabun mandi dan sampo.

Pengunjung juga dapat memberi makan ternak yang ada di sana. Saya pun diperbolehkan mencoba memerah susu dari sapi.

(ard)