Boracay Siap Kembali dengan Wajah Baru

CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 17:44 WIB
Boracay Siap Kembali dengan Wajah Baru Pantai di Pulau Boracay. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah enam bulan ditutup untuk proses detoksifikasi dari dampak buruk mass tourism sekaligus upaya pencegahan menuju overtourism, pulau Boracay di Filipina akhirnya siap menyambut kedatangan wisatawan pada Jumat pekan ini.

Untuk mencegah pengalaman tidak menyenangkan terulang kembali, Pemerintah Filipina memastikan Boracay akan memiliki restoran dan hotel dalam jumlah yang lebih sedikit saat dibuka nanti.

Kebijakan ini dibuat untuk memertahankan keindahan asli Boracay yang terkenal akan kebeningan air, dan menjaga keputihan pasir pantainya. Kesan pantai pesta pun akan dijauhkan dari Boracay.


Sekretaris lembaga pariwisata Filipina, Bernadette Romulo-Puyat, mengatakan Boracay akan memulai fase hidup barunya dengan menjadikan pariwisata berkelanjutan sebagai landasannya.

"Ini artinya kami mengambil tindakan demi masa depan lingkungan di Boracay," ujar Bernadette, seperti yang dikutip dari AFP, Rabu (24/10).

Ia menuturkan kalau dirinya sudah mengirimkan peringatan kepada beberapa destinasi wisata populer lain di Filipina, seperti El Nido and Panglao, terkait membatasi jumlah wisatawan.

Boracay adalah salah satu tujuan wisata andalan di Filipina, pulau seluas 1.000 hektare ini bahkan menyandang predikat sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Pulau ini layaknya 'tempat ibadah' bagi umat penyembah sinar mentari. Sekitar 40 ribu wisatawan bisa memadati tempat ini dalam sehari jika sedang musim padat kunjungan.

Memang angka itu bisa mendatangkan keuntungan sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp15 triliun), namun hal ini juga meninggalkan gunung sampah dan beragam permasalahan lain.

Saat ini jumlah wisatawan dibatasi pada angka 19 ribu orang saja, salah satu cara pembatasannya adalah dengan mengurangi jumlah hotel, penginapan, dan restoran.

Ada sekitar 400 hotel, penginapan, dan restoran yang terancam ditutup atas perintah Presiden Duterte. Bahkan tiga tempat judi legendaris di sana juga ditutup. Selain itu beragam aktivitas atau bangunan yang menyebabkan alam merugi juga akan dimusnahkan.

Salah satu pelaku bisnis pariwisata di Boracay, The Boracay Foundation, tidak berkomentar banyak terkait kebijakan baru ini. Mereka lebih memilih fokus menyambut kedatangan para wisatawan ke Boracay yang baru. (agr/ard)