Pesona Toraja Pikat Puluhan Ribu Wisman

Kemenpar, CNN Indonesia | Minggu, 11/11/2018 17:56 WIB
Pesona Toraja Pikat Puluhan Ribu Wisman Kekayaan Toraja dieksplorasi melalui Indonesia Tourism Table Top (ITTT) Sales Mission Makassar for Tawau, Sabah, Malaysia. (Dok. kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kekayaan Toraja dieksplorasi melalui Indonesia Tourism Table Top (ITTT) Sales Mission Makassar for Tawau, Sabah, Malaysia. Penjelajahan berawal dari Desa Adat Ke'te Kesu yang berada di Pantanakan Lolo, Kecamatan Kesu, Toraja Utara.

"Toraja memiliki market utama Eropa. Ini menjadi bukti betapa menariknya Toraja. Ada banyak spot yang bisa dikunjungi, seperti Ke'te Kesu. Meski demikian, potensi ASEAN harus dioptimalkan. Untuk itu, kami mengajak peserta dari Tawau menikmati fam-trip di sini," ungkap Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono dalam keterangan tertulis, Minggu (11/11/2018).

"Ke'te Kesu sangat unik. Destinasi ini sangat komplit. Desa wisatanya bagus. Di sini juga ada makam khas Toraja hingga stand souvenir dan kuliner. Yang jelas, Toraja masuk paket wisata yang ditawarkan melalui Sales Mission kemarin di Makassar," ujar Sapto.


Kawasan wisata di sini masuk paket Toraja and Beyond. Sebaran destinasinya ada di Enrekang-Palopo-Luwu. Paket ini bisa dinikmati selama 4 hari 3 malam.

Menjadi kekayaan Toraja, Ke'te Kesu ini memiliki banyak keunikan. Area ini punya Tongkonan dan Alang (lumbung padi). Desa adat ini punya 5 Tongkonan yang usia ratusan tahun. Ada Tongkonan Bamba, To Sendana, Kesu, Tonga, dan Panimba.

"Ke'te Kesu akan menjadi paket wisata terbaik. Ada banyak keunikan yang ditawarkan Toraja secara umum. Beragam eksotisme di sini pun jadi penawaran terbaik bagi masyarakat Tawau," jelas Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani.

Desa Adat Ke'te Kesu juga memiliki makam keluarga. Area ini juga dilengkapi 4 buah Patene. Patene ini bangunan permanen yang difungsikan sebagai kuburan. Mereka sebelumnya menggelar Mangarara atau penasbihan 7 Tongkonan baru, 28-29 Juni 2018.


"Pengalaman yang ditawarkan Ke'te Kesu ini luar biasa. Di sini wisatawan bisa tinggal sekitar satu minggu. Mereka bisa kunjungi spot lain di Toraja," jelas Giri lagi.


Menjadi pilar pariwisata Toraja, peserta fam-trip juga mengekplorasi Lemo, kompleks makam yang melekat di dinding tebing. Lokasinya berada di Makale Utara, Tana Toraja. Di sini, jenazah diletakan dalam lubang di dinding. Ciri khas lain adalah patung Tau-Tau. Patung ini representasi dari orang yang meninggal dunia. Ritualnya Rambu Solo dengan mengurbankan sekitar 24 kerbau.

Keunikan lain ditawarkan destinasi wisata Baby Grave Kambira. Lokasi destinasi di Tongko Sarapung, Sangalla, Tana Toraja. Baby Grave ini memanfaatkan pohon Tarra, Sipate, dan Lamba. Caranya, batang pohon dilubangi lalu mayat bayi dimasukan lalu ditutup ijuk. Pemakaman seperti ini terkenal sebagai Passilliran.

"Karakteristik destinasi wisata di Toraja ini sangat unik. Wilayah ini menjadi destinasi wisata terbaik. Ada banyak pembelajaran budaya dan filosofi yang diterima oleh wisatawan. Keunikan ini tentu menjadi daya tarik wisman, baik Tawau atau lainnya," tegas Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni.

Sebelum sampai di Toraja, peserta fam-trip dari Tawau ini juga mengunjungi destinasi Leang Leang yang berkolasi di Maros. Taman prasejarah ini fenomenal. Berada di Leang Pettae, wisatawan bisa menjumpai lukisan prasejarah berupa babi rusa dan tangan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengatakan, Sulawesi Selatan menjadi situs besar budaya.

"Toraja dan sekitarnya ini situs besar budaya. Ada banyak keunikan yang bisa dinikmati wisatawan. Toraja ini memiliki budaya yang sangat kuat. Terlepas dari atraksinya, aksesibilitas dan amenitas di sana juga sangat bagus," tutup Arief yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan menjadi #TheBestMinistryOfTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok.

Ke'te Kesu merupakan rujukan terbaik bagi wisman. Sekadar catatan, sepanjang Oktober 2018, destinasi ini dikunjungi oleh 784 wisman. Kunjungan terbesar pun dilakukan wisatawan Perancis dengan 215 orang, lalu 112 orang paspor Jerman. Spanyol berada di daftar berikutnya dengan 84 nama. Untuk kunjungan wisnus mencapai 5.418 orang.

Jumlah besar kunjungan terjadi di September 2018. Ke'te Kesu dikunjungi 1.473 wisman. Dominasi tetap Perancis (419 orang), Jerman (176 orang), dan Spanyol (116 orang). Arus masuk wisman juga kompetitif di 2017 dengan jumlah total 9.328 orang. Angka kunjungan tertinggi terjadi Agustus dengan total jumlah 2.013 orang. Untuk arus kunjungan wisnus mencapai 95.555 orang.

Sepanjang 2017, Ke'te Kesu dikunjungi oleh 43 wisatawan Malaysia. Kunjungan terbesar 33 nama terjadi di Bulan Mei. (mle/egp)