Kemenpar Incar Potensi Devisa Rp810 M di Shanghai

Kemenpar, CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 16:29 WIB
Kemenpar Incar Potensi Devisa Rp810 M di Shanghai Kementerian Pariwisata mengincar potensi devisa sebesar US$55,1 juta (setara Rp810 miliar) di ajang China International Travel Mart (CITM) 2018. (Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata mengincar potensi devisa sebesar US$55,1 juta atau setara Rp810 miliar di ajang China International Travel Mart (CITM) 2018 lewat program business to business dan business to consumer.

"CITM 2018 digelar lebih meriah. Market di sini sangat menjanjikan. Jumlah pesertanya naik signifikan. Dengan postur besar yang dimiliki, ada potensi inkam US$55,1 juta. Sebab, jumlah target transaksinya juga naik dari signifikan dari tahun sebelumnya," ungkap Deputi Bidang Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya dalam keterangan tertulis, Senin (12/11).

CITM 2018 akan bergulir pada 16-18 November 2018 di Shanghai New International Expo Center (SNIEC). Acara ini diikuti sekitar 102 negara atau naik dari 2017 yang diikuti 71 negara. Jumlah stan peserta juga bertambah menjadi 2.500 atau naik 837 spot dari 2017. Pada tahun ini, CITM juga membidik 70.000 pengunjung dan 2.000 peserta pameran.



Dijelaskan Nia, potensi devisa US$55,1 juta merupakan hasil kalkulasi dari potensi transaksi 55 ribu pax yang dimiliki pariwisata Indonesia. Ia pun optimis dapat mencapai target di ajang tersebut.

"Potensi yang ditawarkan CITM tahun ini sangat menjanjikan. Peluang ini tentu akan kami optimalkan. Dan, kenaikan target transaksi 22 persen sangat realistis. Sebab, kami sudah memiliki kalkulasi detail. Dengan kondisi seperti ini, kami sangat optimistis menatap CITM 2018," terang Nia.

Total ada 40 industri dan 10 Dinas Pariwisata yang dilibatkan. Dua Industri pariwisata dihuni 2 maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air. Sementara travel agent/tour operator ada sebanyak 27 yang berasal dari 10 provinsi di Indonesia.

Industri pariwisata Indonesia juga menyertakan akomodasi melalui sembilan hotel yang tersebar lima hotel dari Bali, tiga hotel asal Jakarta, dan slot sisa berasal dari Sulawesi Tenggara. Ada pula dua dive operator yaitu PT Wakatobi Dunia Air (Sultra) dan PT Caputra Bumi Bahari/Quicksilver (Bali). Badan promosi BPPD Jawa Barat pun turut terlibat.

Sementara itu slot Dinas Pariwisata/Pemerintah Daerah mengirimkan 23 delegasi. Kapasitas sembilan delegasi ini dimiliki Pemerintah Kabupaten Tambrauw dan masing-masing tiga delegasi dikirimkan Dispar Provinsi Bali dan Dispar Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Komposisi peserta CITM dari Indonesia sangat ideal. Mereka akan menawarkan berbagai potensi yang dimilikinya termasuk beragam paket wisata menarik," jelas Nia.

Beragam aktivitas pun dilakukan sepanjang event CITM 2018. Wonderful Indonesia akan menggelar business meeting, coffee corner dan lokakarya batik. Dengan begitu, diharapkan publik China bisa tertarik datang ke Indonesia.

"Tiongkok ini pasar besar. Optimalisasi agenda sudah kami lakukan. Konsep paviliun terbaik juga sudah disiapkan. Harapannya, publik di China tertarik lalu membuat deal-deal besar," ujar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu.

Untuk menambah daya tarik, Kapal Phinisi pun dipajang di paviliun Indonesia. Selain itu dari Bali terdapat Tari Janger dan Cendrawasih. Aceh menyajikan Tari Bungong Jeumpa, dan Jakarta memamerkan Tari Lenggang Pertiwi. Untuk Jawa Timur menampilkan Tari Jathil dan Kundaran, Jawa Barat menampilkan Jaipong.

Selain itu ada Sumatera Barat yang juga menampilkan Tari Ketipak Ketipung, serta Tarian Sik Sik Sibatumanikam dari Sumatera Utara. Ada juga sajian musik dari Jawa Barat yang menampilkan Rampak Gendang dan Perkusi Nusantara.

"Selain alam, Indonesia ini sangat kaya budaya. CITM ini peluang terbaik untuk memamerkan budaya Indonesia. Profil event bagus," imbuhnya.

Untuk diketahui, pada 2017 China memberikan kontribusi kunjungan sebanyak 1,97 Juta wisatawan. Angka ini tumbuh 35% dari tahun 2016. Tahun ini Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan China sebesar 2,62 juta.


Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan China tetap menyediakan potensi besar bagi pariwisata Indonesia. Ketersediaan aksesibilitas juga memadai dengan pertumbuhan seat 2,3 juta ke seluruh destinasi di Indonesia.

"China pasar yang sangat penting bagi Indonesia. CITM ini treatment paling efektif untuk menaikkan angka kunjungan wisatawan China. Posturnya memang sangat bagus. Lebih menarik, aksesibilitas juga bagus. Ketersediaan seat sangat kompetitif," ungkap Arief. (egp/stu)