Gagal Paham Soal Kamera Drone Bisa Kacaukan Kehidupan Hewan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 12:01 WIB
Gagal Paham Soal Kamera Drone Bisa Kacaukan Kehidupan Hewan Ilustrasi. (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggunaan kamera tanpa awak alias drone semakin merajalela. Ada yang menggunakannya untuk kebutuhan fotografi atau videografi, tak sedikit hanya menggunakannya untuk kebutuhan selfie di destinasi Instagram-able yang sekiranya bakal viral.

Kamera drone memang menjadi terobosan baru dalam dunia perdokumentasian, terutama di alam liar. Namun beberapa waktu belakangan ini beredar hasil video dari penggunaan kamera drone yang dikritik oleh banyak orang.

Dikutip dari Travel and Leisure pada Selasa (13/11), video drone tersebut menunjukkan pemandangan ibu beruang dan bayinya yang sedang mendaki tebing salju di Magadan, Rusia.


Dalam video drone yang diambil oleh kameramen anonim pada Juni 2018, terlihat kalau sang bayi bersusah payah menyusul ibunya yang sudah lebih dulu sampai puncak.

Pemandangan imut itu hampir menuju akhir yang manis sebelum sang ibu beruang gagal menggapai sang bayi, karena dirinya terlihat kaget melihat kamera drone yang terbang ke arahnya.

Sang bayi beruang yang sudah sampai puncak juga hampir merosot kembali ke bawah karena kaget dengan alasan yang sama.

Beruntungnya sang ibu dan sang bayi bisa sama-sama menuju puncak dan selanjutnya berlari bersama, kemungkinan untuk mencari tempat perburuan makanan atau tempat berlindung di atas tebing.

Selain oleh netizen pecinta hewan, video itu mendapat kritik dari fotografer alam liar dan peneliti, karena mereka merasa bahwa pendokumentasian alam liar tak seharusnya membahayakan para hewan.

Elisabeth Brentano, fotografer alam liar yang sering memotret di Namibia dan Afrika Selatan, mengatakan kalau video tersebut merupakan contoh penggunaan teknologi kamera yang melanggar etika.

"Ini sudah jelas merupakan dokumentasi dari kamera drone. Membuat konten mengenai alam liar seharusnya tak melupakan keselamatan objek yang didokumentasikan," kata Brentano.

"Kamera drone membuat takut ibu dan bayi beruang. Mereka bisa saja gagal mendaki tebing, terutama sang bayi yang masih terlihat sangat kecil," lanjutnya yang juga merasa kalau ada kemungkinan kedua beruang memanjat tebing untuk lari dari intaian kamera drone.

ViralHog, akun Youtube yang merilis video tersebut mengatakan kepada The Verge bahwa video itu "terlihat seperti dari kamera drone", meski kemudian juru bicara mereka mengaku tak bisa berkomentar lebih lanjut mengenai penggunaan kamera drone dalam video tersebut.

Menyikapi isu video viral ini, Ziya Tong, produser televisi, mengunggah tautan jurnal Current Biology mengenai tata cara penggunaan kamera drone di alam liar.

Dalam tautannya disebutkan kalau kamera drone haruslah diatur sesenyap mungkin sehingga tak membuat takut kawanan hewan yang sedang didokumentasikan.

Kamera drone juga tak boleh menyorot mereka terlalu dekat.

"Kita harus melakukan edukasi lebih lanjut mengenai penggunaan kamera drone di alam liar, karena bisa saja ada jutaan orang lain yang meniru cara pendokumentasian yang kurang tepat ini," pungkas Brentano.

[Gambas:Youtube]

(ard)