HARI DIABETES SEDUNIA

Kehamilan Jadi Momen Kesadaran akan Diabetes

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 15:18 WIB
Kehamilan Jadi Momen Kesadaran akan Diabetes Ilustrasi ibu hamil (REUTERS/Josue Decavele)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap 14 November diperingati sebagai momen kesadaran akan diabetes. Tak cuma rentan menyerang mereka dengan gaya hidup tak sehat dan obesitas, tapi diabetes juga rentan dialami ibu hamil.

Diabetes pada ibu hamil disebut sebagai diabetes gestasional. Lebih dari 199 juta perempuan hidup dengan diabetes. Jumlah ini diprediksi terus bertambah hingga 313 juta pada 2040 mendatang. Kasus hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi merupakan salah satu kasus yang banyak dialami ibu hamil.

Tahun ini, tema peringatan Hari Diabetes Sedunia mengangkat tema Diabetes dan Keluarga. Kepala World Diabetes Foundation, Anil Kapur, berpendapat bahwa kehamilan dan kelahiran merupakan momen penting untuk mengubah perilaku. Tes diabetes gestasional selama kehamilan perlu dilakukan demi mengidentifikasi apakah si ibu hamil berisiko diabetes dan gangguan jantung atau tidak.



"Saat perempuan mengerti pentingnya perubahan perilaku, ini akan memberikan dampak positif pada seluruh keluarga, khususnya anak-anak mereka dan kesehatan generasi penerus," kata Kapur dikutip dari situs resmi International Federation of Gynecology and Obstetrics.

Oleh karena itu, Kapur mengingatkan, dalam masa kehamilan, seluruh anggota keluarga sebaiknya turut mendukung kesehatan ibu hamil. Di samping itu, ibu hamil perlu memastikan mereka dalam kondisi tubuh yang baik dan kadar gula darah mereka terkontrol sebelum persalinan. Kurangnya kontrol dan kehamilan dini dapat mengakibatkan cacat bawaan, bahkan keguguran.

"Jarang ada perempuan yang mengalami diabetes gestasional dan menunjukkan gejala seperti diabetes tipe lain. Semua perempuan harus dites," kata Kapur.

Namun, risiko lebih tinggi diabetes gestasional umumnya hadir pada perempuan usia lanjut, berat badan berlebih, mereka dengan riwayat keluarga diabetes, atau mereka dengan riwayat buruk terkait kandungan.


Secara global, tiap tahun terdapat 130 juta ibu hamil. Estimasinya, sebanyak 21 juta mengalami hiperglikemia, 7-8 juta mengalami hipertensi, sebanyak 42 juta hamil dalam kondisi obesitas, 26 juta mengalami kekurangan gizi, dan 56juta mengalami anemia saat hamil.

"Dalam perspektif saya, tak ada cara yang bisa lebih baik atau lebih efisien untuk meningkatkan kesadaran global akan diabetes dan penyakit tidak menular daripada membiarkan ibu hamil mengalami hiperglikemia saat kehamilan," kata Kapur.

Apa itu diabetes gestasional?

Diabetes gestasional merupakan diabetes yang dialami ibu dalam masa kehamilan. Mereka yang mengalami diabetes gestasional berisiko mengalami diabetes tipe-2 di kemudian hari.

Semua perempuan dapat mengalami diabetes gestasional. Namun, ada beberapa hal yang mempertinggi risiko diabetes. Beberapa faktor itu antara lain kehamilan di usia lebih dari 25 tahun, kelebihan berat badan sebelum kehamilan, keluarga memiliki riwayat penyakit diabetes, riwayat kadar glukosa darah meningkat, aborsi berulang atau lahir mati, pernah melahirkan bayi dalam kondisi besar (lebih dari 4 ribu gram), dan mengalami sindrom polikistik atau gangguan pada fungsi ovarium pada perempuan yang berada pada usia subur.

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan diabetes gestasional. Namun, para ahli menduga ini disebabkan oleh peningkatan hormon seperti progesteron, estrogen, dan laktogen plasenta.


Peningkatan hormon membuat insulin tidak bekerja secara maksimal sehingga gula darah meningkat.

Bila kadar gula darah tak terkontrol hingga tiba persalinan, maka ada kemungkinan bayi akan mengalami komplikasi. Bayi akan kesulitan bernapas, baik yang lahir prematur maupun yang tepat waktu.

Selain itu, diabetes gestasional juga berdampak pada bayi kejang akibat produksi insulin tinggi dan kadar gula darah tubuh yang rendah. Dan ketika dewasa, anak berisiko mengalami obesitas serta diabetes tipe-2.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk rutin mengecek kesehatan termasuk kadar gula darah. Jika ditangani dengan tepat, maka bayi dapat lahir normal. (els/asr)