Persiapan 'Berburu' Liburan Murah Tahun Depan

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 18:04 WIB
Persiapan 'Berburu' Liburan Murah Tahun Depan Sejumlah wisatawan yang menumpang kapal pesiar berbendera Jerman, MS Albatros tiba di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku. (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk merencanakan perjalanan wisata tahun depan. Selain menabung untuk membeli tiket dan akomodasi diskon di ajang penjualan paket wisata tahunan, jangan lupa pilih waktu yang tepat untuk cuti dari kesibukan.

Mengutip CNN Travel, Selasa (13/11), berikut adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk memangkas biaya wisata di tahun depan:


1. Berwisata di Musim Sepi Wisatawan


Agar terhindar dari ramainya turis dan pengeluaran wisata yang berlebihan, baiknya berlibur di musim sepi wisatawan (low season) dan musim tanggung atau (shoulder season).

Musim sepi wisatawan umumnya jatuh pada bulan November hingga Maret. Sedangkan musim tanggung berada di antara bulan April hingga pertengahan Juni dan September hingga Oktober.

2. Wisata Kapal Pesiar di Musim Badai

Memang kedengarannya menyeramkan, namun biaya berwisata dengan kapal pesiar umumnya jauh lebih murah saat musim badai.

Musim badai berada antara awal Juni hingga akhir November.

Di musim badai rute wisata kapal layar sering diubah dari rute yang seharusnya dilalui. Jadi sebenarnya wisata tetap saja bisa dilakukan meski bakal sedikit merepotkan.

Jangan lupa siapkan asuransi wisata sebelum berangkat berlayar untuk berjaga-jaga.


3. Destinasi Bermain Salju Murah

Jika ingin menikmati kegiatan musim dingin seperti ski dengan harga murah pada musim dingin, baiknya pilih destinasi seperti Bulgaria atau Colorado.

Bahkan, beberapa destinasi ski di Asia seperti Tohoku dan Hokkaido, Jepang dapat dijadikan alternatif dengan biaya lebih bersahabat.

4. Berwisata Ketika Cuaca Panas

Sejumlah destinasi wisata seperti Las Vegas atau Miami umumnya dihindari pelancong di musim panas karena cuaca terik dan suhu yang dapat melejit tinggi.

Memanfaatkan keadaan tersebut, turis dengan anggaran wisata terbatas dapat memilih musim panas sebagai waktu berlibur ke destinasi-destinasi itu.

Kegiatan wisata safari di Afrika juga umumnya sepi turis di musim panas.

Musim panas di sana berlangsung di pertengahan Oktober hingga pertengahan Februari.

(fey/ard)