Panduan Aktivitas Fisik Terbaru: Banyak Gerak, Kurangi Duduk

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 19:51 WIB
Panduan Aktivitas Fisik Terbaru: Banyak Gerak, Kurangi Duduk Ilustrasi aktivitas fisik (morgueFile/jzlomek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jangan mager! Panduan aktivitas fisik terbaru menyarankan Anda untuk banyak bergerak dan kurangi duduk.

Panduan aktivitas fisik yang baru saja dirilis oleh pemerintah federal Amerika Serikat (AS) itu menetapkan standar aktivitas fisik dengan banyak bergerak.

Dalam panduan itu, pemerintah AS menghilangkan rekomendasi aktivitas fisik selama 10 menit dan menggantinya dengan anjuran bergerak. "Banyak bergerak dan kurangi duduk," tulis panduan itu, seperti dikutip dari CNN.



Penelitian menunjukkan, bergerak memiliki efek yang baik untuk kesehatan. Banyak bergerak dapat membuat kualitas tidur meningkat dan mengurangi kecemasan.

"Panduan baru ini menunjukkan bahwa, berdasarkan sains, semua orang dapat meningkatkan kesehatan mereka secara signifikan hanya dengan bergerak - kapan saja, di mana saja, dan dengan cara apa pun yang membuat tubuh Anda aktif," kata perwakilan dari Departemen Kesehatan AS, Brett P Giroir.

Panduan ini juga berisi rekomendasi berolahraga dalam segala usia. Anak-anak usia prasekolah disarankan setidaknya bermain dengan aktif selama tiga jam setiap harinya.

Untuk anak berusia 6-17 tahun, panduan itu merekomendasikan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga kuat, bersamaan dengan penguatan otot dua hari dalam sepekan. Olahraga itu dapat berupa memanjat atau bermain basket.


Sementara remaja dan dewasa disarankan untuk beraktivitas dengan intensitas sedang hingga kuat seperti berjalan cepat, berlari, atau kegiatan lain yang membuat jantung berdetak lebih cepat selama 2,5 jam dalam sepekan.

"Ketika bergerak lebih banyak, kita memiliki kesehatan kardiovaskular yang lebih baik, lebih kuat dan tidak rentan terhadap penyakit. Aktivitas fisik juga dapat membantu mencegah penyakit kronis," kata Giroir.

Penelitian menunjukkan, aktivitas fisik dan berolahraga dapat menurunkan risiko penyakit kronis tidak menular seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kanker. Olahraga juga dapat meningkatkan kemampuan kognisi yang bisa mengurangi risiko demensia dan alzheimer. (ptj/asr)