Sekolah Inggris Larang Siswa Pakai Mantel Rancangan Desainer

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 10:59 WIB
Sekolah Inggris Larang Siswa Pakai Mantel Rancangan Desainer Ilustrasi -- Sekolah di Mereyside, Inggris, melarang siswa mengenakan mantel mewah rancangan desainer. (Pixabay/jarmoluk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menggunakan barang-barang mewah ke lingkungan sekolah bisa berdampak macam-macam. Mulai dari kecemburuan sosial hingga timbulnya rengekan anak-anak kepada orang tua yang meminta dibelikan barang ini dan itu.

Untuk mengatasi itu, sebuah sekolah di Kota Mereyside, Inggris, melarang siswa mengenakan mantel mahal rancangan desainer.

Setelah libur Natal tahun ini, siswa di Woodchurch High School tak akan diizinkan untuk mengenakan pakaian bermerek termasuk Canada Goose, Moncler, dan Pyrenex.



Mengutip Huffington Post, ketiga merek itu dikenal dengan produk-produk mantelnya yang mewah dan mahal. Tak main-main, bahkan beberapa siswa mengenakan mantel dengan penutup kepala yang terbuat dari bulu asli.

Mantel keluaran Canada Goose, misalnya, yang bisa mencapai harga 275 pounds hingga 1.400 pounds atau setara dengan Rp5,1 juta hingga Rp26,1 juta.

Lalu ada Moncler dan Pyrenex yang harga jualnya mencapai 650 pounds hingga 9.175 pounds atau setara dengan Rp12,1 juta hingga Rp171 juta.

Kepala sekolah, Rebekah Phillips mengatakan bahwa larangan itu merupakan permintaan dari orang tua yang mengaku tak mampu dan kewalahan menanggapi keinginan anak-anaknya untuk dibelikan mantel mewah.


"Kami sangat prihatin karena siswa-siswa kami memberikan banyak tekanan pada para orang tua untuk membelikan mereka mantel mahal," ujar Phillips, mengutip The Independent.

Rata-rata siswa di Woodchurch High School, kata Phillips, mengenakan mantel yang harganya mencapai kisaran 700 pounds atau setara dengan Rp13 juta. "Banyak orang tua di sekolah kami yang tak mampu membelinya," tambahnya.

Siswa yang tak bisa memiliki mantel mewah itu merasa kesal. "Mereka merasa terstigma, merasa ditinggalkan," kata Phillips. Alhasil, mereka merengek pada orang tua untuk minta dibelikan.

Untuk mengatasi lebih lanjut, pihak sekolah tengah mempertimbangkan penggunaan mantel sekolah sebagai seragam siswa. (asr/asr)