Traveloka Bantu Kibarkan Wonderful Indonesia

Kemenpar, CNN Indonesia | Sabtu, 17/11/2018 18:02 WIB
Traveloka Bantu Kibarkan Wonderful Indonesia Traveloka resmi bergabung sebagai co-branding Wonderful Indonesia dengan melakukan penandatanganan kerja sama di Kantor Traveloka Singapura. (Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Traveloka secara resmi menjadi co-branding Wonderful Indonesia dengan penandatangan kerja sama di Kantor Traveloka Singapura pada Kamis (15/11).

"Kami sangat bangga dan terhormat karena bisa bekerja sama dengan Kemenpar RI. Bagaimanapun, kami ingin mendukung program Wonderful Indonesia. Melalui Traveloka, ada banyak kemudahan yang bisa diakses wisatawan dalam memesan amenitas dan atraksi. Kami sudah ada di 6 negara, dan kami siap mempromosikan Wonderful Indonesia," ungkap Co-Founder Traveloka Albert Zhang seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (17/11.


Albert Zhang mewakili pihak Traveloka, sedangkan Kemenpar langsung dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Ada juga Head of International Expansion Traveloka Yady Guitana hingga Country Manager for Malaysia & Singapore Region Halif Hamzah. Yady Guitana mengatakan aplikasi Traveloka akan semakin memudahkan mobilitas wisatawan.

Wonderful Indonesia memiliki target besar pada 2019 dengan jumlah kunjungan 20 Juta wisman. Secara postur, platform Traveloka merupakan sistem yang besar. Dirilis sejak 2012, Traveloka telah beroperasi di enam negara. Selain Indonesia dan Singapura, ada juga Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Aplikasi Traveloka juga sudah diunduh lebih dari 40 juta pengguna.

Skenario besar pun sudah disiapkan oleh Traveloka guna mendukung akselerasi Wonderful Indonesia. Ada 10 produk dan layanan perjalanan yang sudah disiapkan Traveloka, dengan fitur yang semakin lengkap.



"Traveloka akan menghadirkan berbagai produk terbaik. Produk kami akan memenuhi kebutuhan bagi wisman. Nilai bisnis yang dimiliki Wonderful Indonesia memang menjanjikan. Namun, ini bukan hanya menyangkut latar belakang bisnis semata. Kami tergerak untuk ikut memberikan kemudahan akses bagi setiap wisatawan yang melakukan perjalanan lintas negara," ungkap Yady.

Menjadi platform besar, Traveloka menawarkan banyak kemudahan. Ada pemesanan online untuk tiket pesawat, hotel, kereta api, tiket pesawat plus hotel, hingga aktivasi lengkap dengan rekreasi.

Selain itu, ada juga konektivitas, transportasi bandara, hingga direktori kuliner. Ketua II Co-Branding Kemenpar Priyantono Rudito memaparkan, Traveloka akan menguatkan program Wonderful Indonesia.

"Pergerakan wisman kini akan semakin mudah dengan bergabungnya Traveloka. Mereka merupakan platform yang besar. Kini perencanaan perjalanan wisatawan menjadi lebih mudah dan simpel. Sebab, Traveloka juga menjamin kemudahan transaksi bagi wisatawan," papar Priyantono.

Traveloka menawarkan sekitar 40 opsi pembayaran lokal yang menyebar di berbagai wilayah seperti di Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, hingga Filipina. Juga, layanan konsumen yang bisa dihubungi 24/7 dalam bahasa lokal.

"Kami tentu menyambut baik kerja sama ini. Bergabungnya Traveloka akan semakin menguatkan sistem Wonderful Indonesia. Ini juga menjadi peluang besar yang sangat bagus. Secara platform, Traveloka ini luar biasa," ujar Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani.

Selain itu, Traveloka menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 maskapai low-cost. Program ini juga memberikan service terbaik untuk rute domestik dan internasional. Totalnya ada 200 ribu rute di Asia Pasifik dan Eropa. Traveloka juga memiliki akses terbaik untuk inventori akomodasi, seperti hotel, apartemen, guest house, homestay, resort, dan villa.

"Peran teknologi sangat penting. Traveloka merupakan media branding terbaik. Hal ini sangat ideal, apalagi Indonesia banyak memiliki destinasi terbaik. Ada Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Morotai, Labuan Bajo, dan masih banyak lagi. Kami optimistis, target kunjungan 20 Juta wisman di 2019 bisa terwujud," tutup Menteri yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan jadi #TheBestMinistryTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok. (mle/egp)