Ingatan Tentang Body Shaming Bisa Melekat Sampai 20 Tahun

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 10:52 WIB
Ingatan Tentang Body Shaming Bisa Melekat Sampai 20 Tahun ilustrasi (REUTERS/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kenangan indah ternyata bisa bertahan lama dalam ingatan.

Harum kue yang dipanggang ibu, segarnya air yang disiram ayah saat mencuci mobil, atau kaos buluk favorit yang dipakai sejak SD. Kenangan bisa menjadi kapsul waktu yang manis untuk kehidupan Anda. Namun bagaimana dengan kenangan buruk dan body shaming?

Brynn Johnson, motivator yang mengkhususkan diri pada body image, diet dan pengembangan diri mengungkapkan bahwa sebuah ingatan tentang body shaming masih akan melekat erat dan menghantui sampai 20 tahun kemudian.



"Saat itu saya duduk di luar menunggu ibu yang menjemput setelah latihan basket. Minum kola diet. Seorang anak laki-laki yang lewat berkata,'dengan paha seperti itu saya tahu kenapa kamu minum soda diet,'," kata Johnson mengenang dikutip dari Psychology Today.

"Saya duduk diam tanpa berkata. Saat ibu datang saya tak bicarakan itu. Rasa malu itu terasa begitu melumpuhkan sehingga saya bahkan tak bisa membicarakannya."

Dia mengungkapkan ada banyak orang yang beranggapan bahwa ingatan tentang body shaming tampak seperti ingatan yang relatif tak berbahaya. Namun untuk dia dan beebrapa orang lain, ingatan tentang body shaming masih bisa membuat mereka malu dan 'panas.'

Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman memalukan soal body shaming akan sangat memengaruhi citra tubuh seseorang saat ini. Kenangan akan kritik tubuh bisa 'bersarang' jauh di dalam hati dan bisa mendorong masalah makan.


Sebuah studi tahun 2017 mengaitkan tentang memori body shaming dengan tingkat keparahan makan berlebih atau binge eating disorder. Kritik tentang tubuh seseorang bisa terasa menyakitkan dan traumatis. Kenangan memalukan ini bisa bisa menjadi sebuah trauma kecil yang terus 'berkedip' dalam pikiran seseorang dan menyebabkan rasa sakit yang mengganggu.

Beberapa orang menggunakan makanan sebagai cara untuk menenangkan, mengalihkan perhatian, dan menghilangkan rasa sakitnya. Namun sebagian lainnya memilih untuk tak mau makan untuk 'melawan.'


Hanya saja dia mengungkapkan bahwa cara terbaik untuk menghilangkan efek sisa malu dan kenangan buruk soal body shaming ini adalah dengan menghadapi dan melepaskannya.

Tak dimungkiri, menghadapi body shaming adalah salah satu pengalaman menyakitkan yang bisa dialami seseorang, terutama perempuan muda. Namun jangan menolak dan mengabaikan rasa sakit tersebut.

Menolak dan mengabaikannya hanya akan membuat perasaan Anda semakin sakit. (chs/chs)