Studi: Nostalgia Masa Kecil Bisa Bantu Obati Stres

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 03:50 WIB
Studi: Nostalgia Masa Kecil Bisa Bantu Obati Stres ilustrasi depresi (PDPics/Hasmat Ali)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbagai permasalahan dan juga tumpukkan pekerjaan bisa membuat Anda jadi stres.

Namun kebanyakan orang justru tak menganggapnya jadi masalah serius sbagai sebuah masalah kesehatan. Menurut data Mental Health Foundation, tingkat stres orang-orang di Inggris meningkat 74 persen.

Jumlah ini tidak cuma menunjukkan bahwa ada banyak orang moody yang ada di sekitar keluarga dan teman Anda, tapi juga berarti kalau 74 persen orang berada dalam risiko ancaman stres atau sedang berjuang melawan masalah kesehatan mental.



Ada beragam faktor yang menyebabkan seseorang jadi stres. Namun mengutip Female First, sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh On The Beach dan Peter Kinderman (Professor of Clinical Psychology di University of Liverpool) melibatkan 2.000 orang Inggris, ada kunci jawaban atas stres yang dialami semua orang.

Penelitian menyebutkan bahwa orang yang mengenang kembali masa kecil mereka alias bernostalgia akan membuat mereka merasa lebih tenang dan gembira. Tak cuma itu, mereka juga merasa lebih positif soal masa depan.

Sekitar 1 dari 10 mengungkapkan bahwa ingatan dan nostalgia tentang masa kecil akan membuat mereka lebih bahagia ketika mereka merasa sedih. Sedangkan satu dari tujuh orang mengklaim bahwa hal tersebut akan membuat mereka merasa santai. Sedangkan satu dari lima orang merasa lebih termotiviasi dan positif ketika mereka memikirkan soal kenangan yang menggembirakan.

Kinderman mengungkapkan bahwa ada alasan untuk hal ini. Dia menjelaskan bahwa kenangan atau nostalgia akan membantu membentuk persepsi Anda tantang dunia di sekitar saat Anda masih muda yang menunjukkan arah aksi dan tujuan di masa depan.


"Filsuf dan psikolog setuju bahwa apa yang kita ingat, tentang konsep diri, pemahaman diri, orang lain, dan cara dunia bekerja itu semuanya tergantung ingatan kita," kata dia.

"Pemahaman tentang diri sendiri dan kapasitas untuk bahagia dan terpenuhi juga tergantung pada memori kita."