Lokasi Menatap Langit Penuh Bintang di Asia

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 17:14 WIB
Lokasi Menatap Langit Penuh Bintang di Asia Pemandangan langit di malam hari di kawasan Kozjak, Makedonia. (REUTERS/Ognen Teofilovski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polusi udara dan cahaya membuat Galaksi Bima Sakti atau Cahaya Aurora di langit malam hampir tak bisa lagi dinikmati dari tengah kota.

Jika ingin menyaksikan bintang-bintang di langit dengan lebih hakiki, turis bisa menyambangi sejumlah lokasi yang masuk dalam daftar International Dark Sky Association.

Tak perlu jauh-jauh ke Alaska atau Islandia untuk menikmati langit berbintang di malam hari, karena dikutip dari Tripzilla dan berbagai sumber, ada sejumlah destinasi serupa di Asia.


Sebelum memesan tiket dan akomodasi, perhatikan juga jadwal pergantian musim di destinasi yang bakal dikunjungi, karena di sejumlah destinasi langitnya akan lebih berkilauan selama musim panas:

1. Sabah, Malaysia

Tanjung Simpang Mengayau yang berada di ujung utara Borneo adalah salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan bintang.

Lokasinya terpencil sekitar 200 kilometer dari Kota Kinabalu.

Hujan Meteor Perseid dan Geminid bisa disaksikan dengan jelas di sini pada Agustus dan Desember.

2. Aogashima, Jepang

Aogashima adalah pulau vulkanik kecil dengan populasi tak lebih dari 200 penduduk tak jauh dari Tokyo.

Untuk mencapai pulau ini, turis hanya bisa menumpang kapal ferry dari Hachijojima selama 2,5 jam atau menggunakan helikopter dengan 11.500 yen (sekitar Rp1,4 juta) sekali jalan.

3. Gunung Pulag, Filipina

Gunung Pulag adalah gunung tertinggi ke-tiga di Filipina.

Selain menjadi destinasi pendakian, Gunung Pulag juga kerap dijadikan tujuan menikmati indahnya bintang.

Turis dapat menumpang tur perjalanan seperti Trail Adventours yang dapat dibanderol dengan 3.800 peso (sekitar Rp2,7 juta) per orang.

[Gambas:Instagram]

4. Doi Chiang Dao, Thailand

Doi Chiang Dao adalah kawasan pegunungan yang bertempat di Disktri Chiang Dao, Provinsi Chiang Mai.

Gunung ini menjadi bagian dari Suaka Margasatwa Chiang Dao dan Taman Nasional Pha Daeng.

Selain menjadi tujuan menyaksikan bintang, kawasan gunung juga menjadi habitat bagi lebih dari 300 spesies burung unik.

5. Pantai Ngapali, Myanmar

Pantai Ngapali terletak tujuh kilometer dari Kota Thandwedi Rakhine.

Selagi menikmati suara ombak yang menenangkan, turis dapat menikmati indahnya hamparan bintang di malam hari.

Sejumlah penginapan berbintang seperti Bayview Ngapali dan Amata Resort dapat ditemukan berjejer di sekitar pantai.

[Gambas:Instagram]

6. Landakh, India

Landakh adalah kawasan pegunungan yang terletak di daerah timur laut Jammu dan Kashmir, India.

Kawasan ini merupakan area yang paling sepi penduduk di India, namun ramai turis.

Lembah Nubra bisa dijadikan tujuan menikmati bintang di ketinggian sekitar 3.050 meter di atas permukaan laut.

7. Taman Nasional Gorkhi-Terelj, Mongolia

Terletak di Tuv, Taman Nasional Gorkhi-Terelj dapat dicapai dengan empat jam perjalanan dari Ulaanbaatar.

Untuk memasuki area taman, turis harus membayar tiket sebesar tiga ribu tugrik (sekitar Rp17,5 ribu) per orang.

Jika ingin berkemah di sini, turis dapat bermalam di Ecotourism Ger Camp.

8. Kawasan di Indonesia

Kalau dana wisata terbatas, kegiatan wisata tata surya juga bisa dilakukan di Indonesia.

Danau Ranu Kumbolo yang bertempat di kaki Gunung Semeru, Pegunungan Tengger, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, merupakan salah satunya.

Masih berada di Pulau Jawa, turis bisa mendatangi Dataran Tinggi Dieng, Gunung Gede, Pantai Gunung Kidul atau Tanjung Papuma

Bergeser sedikit ke timur, ada juga destinasi serupa di Segara Anakan, Desa Wae Rebo dan Pulau Kepa.

Untuk yang ingin mengikuti turnya, turis bisa mengetahui informasi lebih lanjut melalui situs infoastronomy.org atau jejaklangit.com

[Gambas:Instagram]

(fey/ard)