HARI AIDS SEDUNIA
Mengenal Beda HIV dan AIDS
CNN Indonesia
Sabtu, 01 Des 2018 15:53 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak dimungkiri, HIV/AIDS masih jadi penyakit yang menakutkan dan tak pernah lepas dari label negatif. Hal ini tak lepas dari minimnya pengetahuan masyarakat soal perbedaan HIV dan AIDS.
Banyak orang masih menganggap bahwa HIV dan AIDS adalah sama. Padahal tidak, kedua jenis penyakit ini saling berbeda satu sama lain.
HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS merupakan kumpulan gejala yang muncul karena sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV.
Tak semua orang yang telah didiagnosis positif HIV pasti terserang AIDS. Meski positif HIV, seseorang bisa bebas dari AIDS asalkan menjalani pengobatan dan kontrol yang baik.
Konsumsi obat antiretroviral (ARV) mampu menekan jumlah virus HIV dalam tubuh. "Sehingga sangat mungkin untuk tidak berkembang menjadi AIDS," kata dokter Esti, tenaga medis kesehatan Klinik Angsa Merah yang fokus pada AIDS.
Tak ada gejala khusus yang nampak pada orang positif HIV. Meski positif HIV, seseorang masih bisa terlihat sehat, gemuk, dan aktif.
Jika pun ada, keluhan yang muncul umumnya disebabkan oleh infeksi oportunis yang muncul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh. Gejala itu umumnya muncul sekitar 5-10 tahun sejak terinfeksi HIV.
Sementara kondisi berbeda akan terjadi jika seseorang mengidap AIDS. Seorang pengidap AIDS akan mengalami infeksi oportunis serta terlihat lemah tak berdaya.
Tak semestinya masyarakat terus menerus menganggap HIV sebagai momok yang menakutkan. Penularan HIV adalah sesuatu yang dapat dicegah. Caranya adalah dengan memberikan perlindungan atas tubuh sendiri.
Cara paling mudah adalah dengan menggunakan pengaman atau kondom saat berhubungan intim. Mengingat penularan melalui cairan tubuh saat berhubungan seksual merupakan jalur penularan HIV yang paling umum terjadi. (els/asr)
Banyak orang masih menganggap bahwa HIV dan AIDS adalah sama. Padahal tidak, kedua jenis penyakit ini saling berbeda satu sama lain.
HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS merupakan kumpulan gejala yang muncul karena sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi obat antiretroviral (ARV) mampu menekan jumlah virus HIV dalam tubuh. "Sehingga sangat mungkin untuk tidak berkembang menjadi AIDS," kata dokter Esti, tenaga medis kesehatan Klinik Angsa Merah yang fokus pada AIDS.
Tak ada gejala khusus yang nampak pada orang positif HIV. Meski positif HIV, seseorang masih bisa terlihat sehat, gemuk, dan aktif.
Jika pun ada, keluhan yang muncul umumnya disebabkan oleh infeksi oportunis yang muncul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh. Gejala itu umumnya muncul sekitar 5-10 tahun sejak terinfeksi HIV.
Tak semestinya masyarakat terus menerus menganggap HIV sebagai momok yang menakutkan. Penularan HIV adalah sesuatu yang dapat dicegah. Caranya adalah dengan memberikan perlindungan atas tubuh sendiri.
Cara paling mudah adalah dengan menggunakan pengaman atau kondom saat berhubungan intim. Mengingat penularan melalui cairan tubuh saat berhubungan seksual merupakan jalur penularan HIV yang paling umum terjadi. (els/asr)