Dewi Yull Bius Ratusan Wisman di Batam Golden Memories

Kemenpar, CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 20:30 WIB
Dewi Yull Bius Ratusan Wisman di Batam Golden Memories Penyanyi Dewi Yull. (Foto: Rahmi Suci Ramadhani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan wisman asal Malaysia dan Singapura tampak terbius mendengar merdunya suara penyanyi Dewi Yull di pagelaran Batam Golden Memories yang digelar di Ballroom Golden View Hotel Batam, Kepri.

Dari acara ini terjaring sekitar 220 wisman yang berasal dari Singapura dan Malaysia dari target kunjungan wisman sebesar 300 wisman. 

"Malam ini dalam acara Wonderful Indonesia Batam Milik Kita, saya sangat suprise. Ternyata memang yang hadir banyak dari negeri tetangga, ada dari Malaysia, ada dari Singapura. Dan yang membuat saya bahagia mereka hafal lagu-lagu saya dan mau menyanyi sama-sama," kata Dewi Yull dalam keterangan tertulis, Selasa (4/12).



Pergelaran yang untuk kali pertama ini, dipromotori Dinas Pariwisata Kota Batam yang didukung penuh oleh Kementrian Pariwisata RI. Sederet lagu hits dari album Dewi Yull disuguhkan dengan apik. 

Diawali dengan tembang Dalam Kerinduan membuat para penonton menjadi takjub. Disusul dengan lagu Kharisma Cinta yang dilantunkan Dewi Yull dengan ditemani wisatawan dari Singapura, Jamil, menambah semaraknya Batam Golden Memories.

Tak hanya Jamil yang tergoda untuk ikut tampil bernyanyi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam pun ikut berduet dengan Dewi Yull melantunkan lagu Jangan Ada Dusta di Antara Kita.

Suasana semakin meriah saat Dewi Yull melantunkan lagu Cinta Hampa. Selain itu, mantan istri Ray Sahetapy itu juga membawakan lagu Rindu Yang Terlarang, dan ditutup dengan lagu Malaysia berjudul Kenek Kenek Odeh.



"Tadi ada lagu terakhir yang saya nyanyikan, lagu Kenek kenek Odeh, itu lagu dari malaysia karya dari P. Ramli, mungkin umurnya sudah 60 tahunan, dan di album saya juga ada lagu itu," kata Dewi Yull.

Tema Golden Memories

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan target wisatawan mancanegara dari Kementerian Pariwisata melalui pintu Kepri itu sebesar 2 juta.

"Ini kan sudah bulan terakhir, jadi target tersebut harus kita capai. Untuk itu ada event yang namanya cross border, jadi kita berharap kunjungan tersebut bisa tercapai" kata Ardiwinata.

"Salah satu usaha adalah memberikan atraksi berupa pertunjukan musik seperti ini dengan tema Golden memories," katanya.


Dia menuturkan biasanya mereka hanya bisa melihat di TV, mendengar di radio, sekarang pihaknya berusaha menampilkan penyanyi aslinya. Dalam waktu cepat bisa menghadirkan sekitar 200 ratus pengunjung untuk menyaksikan acara itu.

Menurut Ardi, Batam lebih dekat dan lebih memungkinkan karena memang penduduk Singapura maupun Malaysia suka berwisata di hari libur. Kemudian wisatawan asing lainnya bukan hanya wisatawan Singapura maupun Malaysia saja tetapi ada juga dari Hongkong, China, serta India.

Untuk acara musik seperti ini, kata Ardi, pihaknya punya data penggemar dari Dewi Yull, Hetty Koes Endang, Emilia Contessa, Muchsin Alatas, Titik Sandora.

Sementara secara terpisah Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Batam sebagai kota perbatasan dengan Malaysia dan Singapura menjadi gerbang utama masuknya wisman.

"Pemerintah daerah perbatasan harus kreatif membuat pergelaran menarik. Karena mereka punya wilayah strategis mendatangkan wisman. Sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan baik," kata dia.


(mle/egp)