Deretan 'Hantu' yang Mencekik Kunjungan Wisman ke Indonesia

Kemenpar, CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 20:56 WIB
Deretan 'Hantu' yang Mencekik Kunjungan Wisman ke Indonesia Bencana alam, kecelakaan moda transportasi, dan isu keamanan dinilai membuat banyak negara mengeluarkan travel advice hingga travel warning. (Foto: Isfari Hikmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bencana alam, kecelakaan moda transportasi, dan isu keamanan dinilai membuat banyak negara mengeluarkan travel advice hingga travel warning yang berimbas pada kunjungan wisatawan mancanegara.

Salah satu 'hantu' yang paling seram menakutkan industri pariwisata Indonesia adalah status travel advice, travel warning, dan travel ban.

Jika pelbagai status itu diterbitkan, maka asuransi menjadi tidak berlaku. Itulah yang ditakuti wisatawan, sekaligus dikhawatirkan oleh industri pariwisata.


Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar sebelumnya mengatakan, jumlah kunjungan wisman pada Januari-Mei dipengaruhi oleh kondisi pariwisata di Tanah Air yang terganggu isu terorisme dan kondisi alam.


"Dampaknya, banyak negara yang menerbitkan travel advisory dan travel warning ke Indonesia. Konsekuensinya, tingkat kunjungan wisman pada sisa tahun ini harus digenjot ke level rata-rata 1,5 juta-2 juta per bulan," katanya.

Dia mengusulkan agar pemerintah menargetkan kunjungan wisman dari pasar kedua dan pasar-pasar yang selama ini belum maksimal digaet. Tak hanya itu, aturan-aturan penerbangan untuk penerbangan sewa harus lebih dipermudah.


Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya menuturkan sektor pariwisata harus dijaga bersama karena telah menjadi bagian inti ekonomi. Salah satunya adalah melalui model ABCGM yakni Academician, Business, Community, Government, and Media.

Kementerian Pariwisata mencatat dampak dari travel advice dirasakan sektor pariwisata sejak awal 2018 karena imbas Gunung Agung di Bali pada September 2017. Dampaknya,  bandara di Bali dan Lombok sempat ditutup dan dibuka kembali pada April lalu.

Belum sempat bernafas lega, sudah disusul gempa di Rinjani, lalu Gempa di Lombok Timur dan Utara.

Ketika itu, Tiongkok mengeluarkan travel warning buat warga negaranya selama hampir tiga bulan, 27 November 2017 sampai 4 Januari 2018. 

Bencana hingga Kasus Maskapai

Akhir Juni sampai awal Juli 2018, Gunung Agung meletus lagi. Tujuh negara menyikapi dengan mengeluarkan travel advice. Tujuh negara itu adalah Inggris, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, dan Kanada.

Saat gempa besar melanda Lombok Agustus lalu, sebanyak 17 negara kembali mengeluarkan travel advice. Diantaranya, Prancis, Selandia Baru, UK, Cyprus, Luxembourg, Belgia, Jerman, Kanada, Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Brazil, dan Swiss.

Travel warning tidak hanya dikeluarkan untuk bencana alam. Saat Lion Air JT 610 jatuh, Pemerintah Australia juga mengeluarkan travel warning dengan meminta seluruh pejabatnya dilarang naik maskapai tersebut.

Dari sisi keamanan pun sektor pariwisata bisa terdampak. Seperti saat bom di Surabaya, Februari 2018. Ketika itu, 14 negara mengeluarkan travel warning.

Pelbagai negara itu di antaranya adalah Inggris, Polandia, Prancis, Irlandia, Swiss. Amerika, Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Kanada, Filipina, Brazil.


(egp/stu)