Mengingat Kembali Bahaya 'Racun' Kosmetik Ilegal

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 13:04 WIB
Mengingat Kembali Bahaya 'Racun' Kosmetik Ilegal Ilustrasi (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bisnis kosmetik ilegal beromzet jutaan rupiah per bulan di Kediri, Jawa Timur, baru saja diamankan pihak kepolisian. Pihak kepolisian menyebut, produk kecantikan yang diproduksi terbuat dari bahan-bahan yang dioplos dengan sejumlah merek tersohor.

Masalah produk kosmetik ilegal tak muncul sekali dua kali. Baru pada Agustus 2018 lalu, The Local Government Association (LGA) mengingatkan warga Inggris akan bahaya kosmetik ilegal, yang merupakan bentuk campuran atau oplosan dari produk terkenal dengan kandungan kimia berbahaya di dalamnya.

"Selain menimbulkan risiko pada dompet konsumen, produk kecantikan palsu juga menimbulkan risiko bagi kesehatan karena kandungan zat beracun yang tinggi," tulis mereka mengutip Sky.



Beberapa produk yang ditemukan LGA bahkan menyebabkan ruam pada kulit hingga perubahan warna pada kulit yang semakin gelap. Tak cuma itu, kandungan merkuri yang ada di dalamnya pun menyebabkan tremor, insomnia, kerusakan saraf, dan dalam dosis tinggi bisa berujung pada kerusakan hati, ginjal, dan otak.

Konon, orang Mesir Kuno merupakan kelompok pertama yang melakoni praktik penggunaan kosmetik dengan bahan-bahan berbahaya. Riasan mata yang terbuat dari bijih tembaga hijau hingga pasta yang terbuat dari jelaga.

IlustrasiIlustrasi (REUTERS/Mohammad Ismail)

Tak hanya itu, pria dan wanita Yunani Kuno juga kerap mengoleskan timah di seluruh wajah mereka. Disebutkan dalam jurnal Clinics in Dermatology, krim itu dirancang untuk membersihkan noda-noda kulit dan memperbaiki warna serta tekstur kulit.

"Paparan ini pada akhirnya menyebabkan iritabilitas, insomnia, dan penurunan mental," ujar ahli dermatologi, Joel Schlessinger, mengutip NBC News.

Berkaca pada berbagai kasus penemuan produk kosmetik ilegal, seyogianya kita harus paham kandungan-kandungan berbahaya apa saja yang ada pada kosmetik dan perlu dihindari.


Environmental Working Group (EWG) mencatat ada lebih dari 1.100 bahan yang digunakan dalam produk-produk kecantikan. Food and Drug Administration (FDA) hanya melarang penggunaan 10 bahan dalam kosmetik, termasuk di antaranya zat menakutkan seperti merkuri dan chlorofluorocarbon.

Beberapa studi telah terang-terangan menunjukkan bahan-bahan kosmetik beracun. Namun, produsen tetap menggunakannya karena bahan-bahan kosmetik itu cenderung lebih mudah digunakan.

Berikut beberapa bahan kosmetik yang secara kompak ditentang oleh ahli-ahli dermatologi.

1. Oxybenzone
Mengutip Total Beauty, sebagian besar tabir surya mengandung oxybenzone. EWG sendiri telah menandainya sebagai 'pengganggu hormon'. Pasalnya, bahan tersebut kerap berkaitan dengan berbagai masalah kesuburan dan obesitas.

2. Formaldehyde
Zat ini digunakan untuk proses pengawetan. Program Toksikologi Nasional AS menggambarkannya sebagai 'karsinogen manusia' karena dapat menimbulkan masalah pada pernapasan.

Zat ini biasa muncul pada sejumlah obat pelurus rambut dan kutek.


3. Timah
Pada 2012 lalu, FDA merilis laporan yang mengonfirmasi kehadiran timah dalam 400 jenis lipstik. Timah dapat menumpuk di dalam tubuh hingga pelan-pelan berubah menjadi racun.

Zat ini mendapatkan pelarangan di Uni Eropa, Kanada, dan Jepang. Timah telah lama dikaitkan dengan masalah kesuburan.

"Tidak boleh diizinkan, ini berbahaya untuk produk kecantikan," kata ahli dermatologi, Ron Robinson.

4. Triclosan
Zat yang satu ini biasa muncul dalam produk sabun cuci tangan. Bahan ini kerap disebut berpotensi mengganggu hormon seseorang, termasuk obesitas dan kesuburan.

Ilustrasi (soranaro/morgueFile)

Namun, bukan berarti Anda harus berhenti mencuci tangan. "Menggunakan produk antimikroba sangat penting, terutama pada tangan," ujar ahli kesehatan kulit, Jeannette Graf. Dia menyarankan Anda untuk menggunakan sabun pencuci tangan yang terbebas dari kandungan triclosan.

5. Hydroquinone
Hydroquinone merupakan bahan pencerah topikal yang biasa diresepkan dokter kulit untuk menghapus bintik hitam pada wajah. "Saya meresepkan hydroquinone karena tak ada bahan lain yang bisa menggantikan keefektifannya," ujar Graf.

Namun, beberapa negara tercatat melarang penggunaan hydroquinone untuk produk kecantikan, termasuk negara-negara Uni Eropa. Pelarangan itu disebabkan oleh kasus ochronisis, penyakit yang dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis.

Jika Anda memilih untuk menggunakan hydroquinone, gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan hati-hati dan jangan berlebihan. Atau, Anda juga bisa memilih produk lain yang bebas hydroquinone.


6. Parabens
Seperti triclosan, parabens juga diyakini sebagai 'pengganggu' endokrin. Mengutip Byrdie, zat ini telah dikaitkan dengan kanker payudara, kanker kulit, dan penurunan jumlah sperma.

Zat ini paling sering ditemukan di sejumlah produk kosmetik seperti lotion dan alas bedak.

7. Phthalates
Sama seperti lainnya, phthalates dapat menyebabkan gangguan endokrin pada tubuh. Zat ini telah dikaitkan dengan kasus cacat mental, masalah kesuburan, dan obesitas.

Parfum, deodoran, dan kutek adalah beberapa jenis produk kosmetik yang mengandung phthalates. (asr)