Menpar Akui Google Banyak Bantu Pariwisata Indonesia

Kemenpar, CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 17:12 WIB
Menpar Akui Google Banyak Bantu Pariwisata Indonesia Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui Google banyak membantu pariwisata Indonesia. (Dok Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui Google banyak membantu pariwisata Indonesia.

"Kerja sama antara Kemenpar dengan Google sudah terjalin 3 tahun ini. Google itu mitra utama Kemenpar untuk mengimplementasikan digital marketing," ujar Arief ketika menjadi keynote speaker acara Google for Indonesia yang edigelar Ciputra Artpreneur Gallery, Jakarta, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (5/12). 

Dalam gelaran yang diikuti 1200 peserta dari kalangan Pemerintah, business, content creator, UKM, coders, NGO, dan komunitas ini, Arief menyatakan bahwa Google memang mempelopori pengembangan inovasi baru untuk pariwisata.  Seperti searching menggunakan Google Search dan Google Maps, pemasaran produk lokal pariwisata menggunakan Google Bisnisku, promosi keindahan alam menggunakan streetview (Raja Ampat, Borobudur, Danau Toba).


Google juga memiliki Google Gapura Digital, sebuah program pelatihan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Arief berharap Google Gapura Digital yang melatih 1 juta UKM, agar 15 persennya atau 150.000 pesertanya adalah UKM Pariwisata.


"Google Gapura Digital sejalan dengan program Kemenpar. Yaitu Wonderful Indonesia Start-Up Academy (WSA), yaitu membuat start-up Pariwisata. Sehingga akan makin banyak UKM Pariwisata," kata Arief.

Arief juga menyampaikan, bisnis  bisa tumbuh hebat karena regulasi dan teknologi, termasuk pariwisata Indonesia yang tumbuh pesat. Dalam catatan The Telegraph, pariwisata Indonesia masuk Top 20, pertumbuhan 22 persen atau tiga kali lipat dan WTTC masuk dalam Top 9.

"Pertumbuhan yang pesat ini hanya bisa dicapai melalui Teknologi, yaitu program Go Digital. 70 persen customers Kemenpar (wisatawan) sudah digital. Maka, alokasi anggaran Kemenpar 70 persennya untuk Digital Media, 30 persen untuk awareness di conventional media. Digital media efektivitasnya 4 kali lipat dari conventional media," jelas Arief.

Regulasi juga sangat penting. Menurutnya, perkembangan industri pariwisata di Indonesia masih terhambat perizinan. Deregulasi dinilai menjadi kunci penting kesuksesan industri tersebut. Dia menjamin akan menyediakan regulasi yang mendukung.

"Investor semuanya mengeluh karena lama waktu mengurus perizinan dan seolah-olah dilempar sana-sini. Cara mudahnya, adalah membentuk kawasan ekonomi khusus (KEK). Di kawasan tersebut, pemerintah bisa membuat aturan khusus. Sekalinya suatu daerah sudah punya KEK, perizinan akan lebih mudah dan cepat," kata dia.


Dalam kesempatan ini, ia juga mendorong para milenial yang ikut acara ini untuk turut serta memajukan pariwisata Indonesia. Dia juga mengundang peserta di acara ini untuk ikut Wonderful Indonesia Start-Up Academy.

"Karena milenial memiliki Esteem Needs, kebutuhan untuk diakui, ke tempat wisata baru yang belum dikunjungi orang lain. Milenial juga sangat Digital Savvy. Para millenial silakan ikut Genpi dan mengunjungi Destinasi Digital yang camera-genic," ujar Arief. (mid)