FOTO: Harumnya Aroma Kopi Banyuwangi

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 19:27 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Aroma wangi menyebar ke seluruh jalan di desa Gombengsari, Banyuwangi. Bunyi sangrai dan tumbukan biji kopi terdengar seperti lantunan nada.

Perkebunan kopi di Banyuwangi telah dikelola secara turun-temurun dan telah berumur 40-50 tahun. Bahkan semua pekarangan rumah-rumah ditumbuhi pohon kopi yang rindang dengan tinggi sekitar 1-2   meter. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Luas perkebunan kopi rakyat di kawasan Gombengsari sekitar 853 hektar di dataran tinggi dengan tanah berbukit di ketinggian 400-600 mdpl yang menyebabkan daerah itu menjadi penghasil kopi robusta dengan kualitas terbaik. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Dalam menjalankan produksinya, Sahnawi turut dibantu ibunya, Jumaira, yang berumur 100 tahun, serta anaknya Rizki. Mereka meneruskan tradisi pembuatan kopi yang menghasilkan kopi bercita rasa tersendiri. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Kopi Gombengsari memiliki ciri aroma khas buah kelapa dan cara memasaknya yang berbeda yaitu menyangrai dengan kuali tanah liat dan menumbuk biji kopi dengan kayu hingga jadi bubuk. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Selain kopi yang dipanen dari memetik, warga juga memanen kopi luwak yang dihasilkan secara alami atau liar. Kopi luwak dijual dengan harga 500 ribu per kilonya dan kopi lanang 200 ribu per kilo. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Saat ini Sahnawi secara mandiri anak-anaknya dan pemuda setempat untuk meneruskan dan mencintai kopi dengan mengajarkannya memasak, mengemas, menjual secara daring serta membuka edukasi wisata pengolahan kopi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)