Aksi Rompi Kuning Buat Label Fesyen Mewah Prancis 'Sekarat'

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 13:35 WIB
Aksi Rompi Kuning Buat Label Fesyen Mewah Prancis 'Sekarat' Polisi berjaga-jaga di area sekitar toko ritel Louis Vuitton selama demo rompi kuning (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi protes anti-pemerintah yang dilakukan oleh kelompok rompi kuning menyebabkan suasana Prancis jadi mencekam.

Aksi protes ini pun juga kembali terjadi pada Sabtu (8/12). Ribuan polisi disiagakan untuk mengantisipasi kerusuhan rompi kuning atau gilets jaunes.

Museum Louvre dan Menara Eiffel pun ditutup demi keamanan para pelancong. Monumen-monumen ikonik Arc de Triomphe, Tuileries Gardens, dan Place Vendome dirusak. Tak cuma itu, departement store mewah dari Printemps sampai Galeries Lafayette harus menutup tokonya setelah aksi tiga minggu protes di Paris berubah menjadi aksi kekerasan.



Lokasi kerusuhan juga terjadi di beberapa tempat seperti Champs Elysees, Rue Saint-Honore, dan Avenue Montaigne, rumah bagi pemain label fesyen mewah seperti Chanel, Louis Vuitton, dan Balenciaga.

Galeries Lafayette dan Printemps tutup pada 1 Desember 2018. Sedangkan toko Burberry juga dirusak massa. Namun mereka menolak untuk berkomentar.

Tutupnya berbagai lokasi wisata dan toko barang mewah andalan Prancis ini tentunya bakal menyebabkan berbagai kerugian keuangan negara tersebut. Mengutip Business of Fashion, walikota Paris Anne Hidalgo memperkirakan bahwa sampai sejauh ini kerugian diprediksi mencapai 3-4 juta euro (US$3,4 juta-US$4,5 juta).

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengungkapkan bahwa beberapa merek sudah mengalami penurunan penjualan sekitar 20-40 persen sejak demonstrasi dimulai.

Selain kerugian karena kerusakan toko, penurunan penjualan juga terjadi karena tentunya tak akan ada orang yang ingin belanja saat demonstrasi.

Mario Ortelli, managing partner penasehat mewah Ortelli & Co mengungkapkan bahwa demo ini memberikan dampak yang jelas terhadap konsumsi domestik dan wisatawan.

"Anda tentunya tak akan belanja di Louis Vuitton di Champs Elysees ketika ada mobil terbakar di jalan. Anda juga pasti tak akan berjalan dengan tas Hermes ketika protes kekerasan terjadi," katanya.


Aksi protes tersebut datang dalam saat yang tak menguntungkan. Pasalnya, kerusuhan ini terjadi saat musim liburan dan belanja dimulai -salah satu musim paling penting dalam kalender tahunan label mewah.

"ini adalah waktu puncak untuk penjualan harga penuh di Eropa. Anda bisa kehilangan peluang untuk menjual dengan harga penuh jika orang menunda pembelian dan mulai belanja ketika harganya sudah turun," ucap Ortelli.


(chs/chs)