Michelin Star, Pendongkrak Reputasi Restoran

CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 21:35 WIB
Michelin Star, Pendongkrak Reputasi Restoran Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Label 'star' atau bintang kerap didengar jika bicara soal rating. Sederhanya, makin banyak bintang yang disematkan maka akan sebanding dengan besarnya tarif seiring dengan kualitasnya.

Tak hanya hotel, restoran pun memiliki 'bintang' yang membuat mereka semakin prestisius dan diperhitungkan di industri kuliner.

Bintang yang dikenal dalam dunia kuliner bernama Michelin Star.


Restoran manapun yang diganjar label ini menandakan restoran menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda, istimewa dan berkualitas.



Dikutip dari Trip Savvy, celebrity chef Gordon Ramsay dilaporkan menangis saat Michelin Guide mencopot 'bintang' dari restorannya di New York. Mereka menyebut makanan di restorannya 'tak menentu'.

Ramsay menyebut hilangnya 'bintang' dari restorannya bagaikan kehilangan kekasih.

Hikayat peringkat restoran ini justru hadir dari perusahaan ban. Sembari berjualan ban, perusahaan juga memberikan peringkat restoran yang sangat didambakan.

Inisiatif ini berawal pada 1900, saat Michelin meluncurkan buku panduan pertama mereka untuk mendorong kegiatan jelajah atau road trip di Perancis.

Pada 1926, mereka mulai mengirimkan peninjau restoran anonim untuk menjajal restoran-restoran di sana.

Hingga kini, perusahaan memiliki staf tetap untuk jadi peninjau anonim di restoran-restoran.

Mereka diwajibkan berbaur dengan pengunjung tetapi memiliki ketertarikan lebih terhadap makanan, daya ingat soal rasa sehingga tak kesulitan jika harus membandingkan dengan sajian serupa di tempat lain.



Anugerah 'bintang' Michelin tak sembarangan diberikan. Bukan berarti jika restoran memiliki dekorasi mewah dan sajian enak lantas memperoleh bintang.

Dikutip dari Independent, ada lima kriteria yang harus dipenuhi yakni, kualitas bahan yang digunakan, penguasaan rasa dan teknik memasak, kepribadian sang juru masak dalam sajiannya, harga dan konsistensi sajian pada tiap kunjungan.

Ada tiga jenis rating yang akan diberikan Michelin. 'One Star' atau bintang satu yang berarti 'restoran yang sangat baik dalam kategorinya'. Restoran ini terbilang baik tetapi masih ada yang lebih baik.

Kemudian 'Two Stars' alias bintang dua berarti 'masakan yang sangat baik' yang layak untuk dikunjungi kembali.

Sedangkan 'Three Stars' merupakan rating tertinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa restoran menyajikan masakan yang luar biasa dan menawarkan 'perjalanan' istimewa.

Selain tiga rating ini, terdapat kategori lain yakni 'Bib Gourmand' dan 'Michelin Plate'. Bib Gourmand, yang resmi digunakan sejak 1955, mewakili tempat makan yang murah tetapi tidak murahan.

Dikutip dari Travel and Leisure, rangkaian jamuan sudah termasuk wine dan makanan penutup dengan total tak lebih dari US$40 per orang atau sekitar Rp586ribu.

Nama ini diambil untuk menghormati Michelin Man bernama Bibendum.

Sedangkan Michelin Plate merupakan tambahan kategori terbaru dan diperkenalkan tahun ini. Michelin Plate atau L'Assiette Michelin, mengindikasikan restoran di mana 'inspektur' menemukan makanan berkualitas.


(els/asr)