Berkeringat saat Tidur Bisa Jadi Pertanda Gangguan Kesehatan

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 22:23 WIB
Berkeringat saat Tidur Bisa Jadi Pertanda Gangguan Kesehatan Ilustrasi tidur (Pixabay/Ashleyamos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terbangun di malam hari jelas bukan hal yang menyenangkan. Apalagi jika itu disebabkan oleh keringat yang mendadak berkucuran.

Kerap kali, keringat di malam hari disebabkan oleh sesuatu yang sama sekali tidak berbahaya, seperti suhu kamar tidur atau kain piyama Anda. Namun, dalam beberapa kasus, keringat di malam hari menjadi pertanda kondisi kesehatan yang memburuk.

"Jika keringat pada malam hari itu terus berlanjut hingga hitungan bulan, Anda harus segera memeriksakan kesehatan," ujar ahli kesehatan, Neomi Shah, melansir Women's Health Magz.



Namun, Anda perlu tahu beberapa hal yang menjadi penyebab keringat di malam hari, khususnya pada wanita.

1. Suhu kamar tidur terlalu panas
Suhu kamar ideal saat tidur berkisar antara 16-21 derajat Celcius. Ahli kesehatan, W Christopher Winter, mengatakan bahwa di atas angka tersebut, udara akan terasa panas.

Kain yang terlalu padat juga berkontribusi pada timbulnya keringat saat tidur.

2. Kelainan keringat berlebih
Kelainan keringat berlebih disebut dengan hiperhidrosis. American Academy of Dermatology menyebut, kondisi tersebut terjadi ketika seseorang mengeluarkan keringat lebih banyak dari yang diperlukan, bahkan ketika sedang tertidur.

Hiperhidrosis akan memengaruhi bagian tubuh tertentu, seperti telapak tangan, kaki, ketiak, dan kepala. Namun, hiperhidrosis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.


Jika Anda memiliki kelainan hiperhidrosis, Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri. Medis dapat memberikan resep deodoran khusus atau metode pengobatan lain untuk memblokir kelenjar keringat.

3. Perubahan hormonal dalam tubuh
Salah satu penyebab keringat malam yang paling umum bagi wanita adalah kadar estrogen yang fluktuatif. "Menopause dikaitkan dengan hot flash, jadi tak jarang pasien yang melaporkan keringat berlebih, bahkan saat tidur," ujar Shah.

Keringat berlebih pada wanita yang disebabkan oleh hormon biasanya akan terjadi pada fase kehamilan dan memasuki menopause.

"Berkeringat karena menopause tidak dapat diprediksi. Namun, jika Anda berbicara dengan dokter tentang terapi penggantian hormon, itu bisa membantu suhu tubuh Anda terkendali," jelas Shah.

4. Tubuh sedang melawan infeksi
Infeksi menjadi salah satu alasan umum seseorang berkeringat. Salah satu infeksi langka yang terkait dengan keringat malam adalah tuberkulosis. Penyakit ini dapat menginfeksi bagian tubuh dan memengaruhi paru-paru.


Shah mengatakan, orang dengan kondisi kekebalan tubuh rendah seperti HIV mudah terserang tuberkulosis.

"Anda mungkin mulai berkeringat saat tidur, bahkan sebelum Anda mulai batuk," ujar Shah.

5. Gangguan limfoma yang tak terdeteksi
Kanker limfoma merupakan salah satu kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Shah mengatakan, kanker itu dapat menyebabkan beberapa gejala seperti demam, penurunan berat badan, dan keringat malam. (asr/asr)