Batik Air Jakarta-Banyuwangi Terbang Perdana

Kemenpar, CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 20:02 WIB
Batik Air Jakarta-Banyuwangi Terbang Perdana Pada penerbangan pertama, Batik Air sukses tembus angka 156 penumpang alias terisi penuh. (Foto: batik air ke Banyuwangi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Batik Air resmi membuka rute penerbangan Jakarta-Banyuwangi. Pada penerbangan pertamanya, Batik Air sukses tembus angka 156 penumpang, atau full seat.

Sambutan positif pun datang dari Direktur Utama Batik Air (Capt) Achmad Luthfie yang menyebut Banyuwangi telah tumbuh menjadi sebuah destinasi baru, serta bertransformasi sebagai pintu gerbang wisata dan bisnis.

"Banyuwangi dikenal dengan banyak wisata unggulan. Tumbuh dan berkembang menjadi fenomena baru pariwisata Indonesia. Ini sebuah peluang besar bagi kami," ujar Luthfie dalam keterangan tertulis, Kamis (20/12).



Senada dengan hal tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang ikut menyambut penerbangan perdana juga senang dengan kehadiran Batik Air di Banyuwangi. Hal ini semakin memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut.

"Alhamdulillah, senang sekali full seat. Ini pertanda baik bagi Batik Air serta Banyuwangi," ujar Azwar.

Memang tak dapat dipungkiri Banyuwangi kini tumbuh menjadi destinasi kelas dunia dengan angka kunjungan wisatawan yang meroket.

Sebelumnya Banyuwangi hanya dikunjungi oleh 600 ribu wisatawan domestik, tetapi saat ini daerah itu telah dikunjungi hingga 4,9 juta wisatawan.

"Jumlah arus masuk wisman tumbuh 691 persen, ada di level 98.970 orang. Di 2010 angkanya hanya 12.500 orang. Rata-rata wisman memiliki kemampuan spending hingga Rp2,7 juta per trip. Sedangkan Wisnus rata-rata spendingnya sekitar Rp1,54 juta," katanya.


Perkembangan tersebut, menurutnya, semakin membuat perekonomian Banyuwangi meningkat hingga tumbuh di level 5,6 persen. Pertumbuhan tersebut unggul dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,53 persen dan unggul 0,15 persen dari Jawa Timur.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi naik 115,4 persen, dengan angka riilnya saat ini ada di Rp69,9 triliun. Kenaikan juga dialami pendapatan perkapita, yaitu Rp43,65 juta pada 2018 atau naik dibandingkan dengan 2010 yakni Rp20,8 juta.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya pun sangat mendukung langkah Batik Air dalam membuka rute Jakarta-Banyuwangi.

Menurut Arief langkah Batik Air sangat tepat, pasalnya pertumbuhan penumpang udara ke Banyuwangi kian meroket tajam. Pada 2011, jumlah penumpang baru tercatat 7.826 orang per tahun, lalu melonjak lebih dari 2.300 persen menjadi 188.949 orang pada 2017.

"Di saat bersamaan juga masuk rute internasional Kuala Lumpur-Banyuwangi oleh Maskapai penerbangan Citilink. Ini membuktikan jika pertumbuhan pariwisata Banyuwangi sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan," katanya.

Arief juga mengatakan peningkatan ini sudah semestinya disikapi serius industri penerbangan. Rumusnya 3S, yaitu solid, speed, dan smart.

"Batik Air sudah menerapkan 3S. Potensi besar Banyuwangi langsung disambarnya. Saya yakin pertumbuhan penumpang rute Jakarta-Banyuwangi akan semakin meningkat. Apalagi Banyuwangi memiliki tiga kriteria sebagai prasyarat menjadi destinasi utama, yaitu atraksi wisata mendunia, amenitas pendukung yang lengkap, dan aksebilitas," katanya.


(mle/egp)