Studi: Polusi Cahaya Disalahkan dalam Kasus Insomnia

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 22:20 WIB
Studi: Polusi Cahaya Disalahkan dalam Kasus Insomnia Ilustrasi tidur (Pixabay/Pexels)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak bisa tidur atau insomnia bukan pengalaman yang menyenangkan. Seolah ada sesuatu yang menyiksa saat Anda memulai untuk tidur.

Beberapa alasan umum yang menyebabkan insomnia biasanya berpusat pada rasa stres, cemas, dan kondisi tubuh yang memburuk. Namun, di luar alasan umum itu, ada penyebab yang barangkali terletak di luar jendela kamar tidur Anda.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menyebutkan bahwa polusi cahaya berpengaruh terhadap timbulnya insomnia.



Mengutip Mayo Clinic, insomnia adalah gangguan tidur. Ia akan membuat Anda untuk sulit tertidur atau menyebabkan Anda bangun di tengah tidur dan tak bisa tidur kembali.

Insomnia adalah kondisi kronis yang dapat membuat Anda merasa kesal, depresi, cemas, dan sulit mendapatkan fokus.

Penelitian teranyar dari Seoul National University, Korea Selatan, menemukan bahwa terlalu banyak paparan cahaya buatan di malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian seseorang. Dengan kata lain, sumber cahaya apa pun itu--selain matahari--kemungkinan bakal membuat Anda mengalami insomnia.

Peneliti mengambil data dari National Health Insurance Service-National Sample Cohort (NHIS-NSC) Korea Selatan pada 2012-2013. Studi ini menganalisis lebih dari 50 ribu orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. Sebanyak 12 ribu di antara mereka mengonsumsi obat tidur.


Peneliti mengukur paparan cahaya berdasarkan data satelit yang disediakan oleh Pusat Nasional untuk Informasi Lingkungan. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa cahaya buatan alias polusi cahaya bisa menjadi penyebab utama kasus insomnia.

"Polusi cahaya dapat berasal dari lampu jalan atau sumber cahaya tidak alami lainnya," ujar ahli kesehatan, Katie Golde, mengutip Elite Daily. Selain itu, cahaya dari gawai juga disalahkan dalam kasus insomnia.

Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hasil penelitian tersebut. (asr/asr)