Kepri Targetkan Kunjungan 4 Juta Wisman di 2019

Kemenpar, CNN Indonesia | Sabtu, 22/12/2018 20:17 WIB
Kepri Targetkan Kunjungan 4 Juta Wisman di 2019 Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Kepulauan Riau (Kepri) bersama pemerintah daerah setempat menggelar 'Kick Off 4 Juta Wisman'. (dok BPKS Sabang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Kepulauan Riau (Kepri) bersama pemerintah daerah setempat menggelar 'Kick Off 4 Juta Wisman' dengan tema 'Merajut Jaring Pariwisata' dan menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 4 juta orang di 2019.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) Boeralimar menjelaskan tingkat kunjungan wisman 2018 ke Kepri sudah terlampaui target. Walau begitu dirinya tetap mengajak seluruh stakeholder untuk bersinergi mencapai target tersebut.

"Ini tidak mungkin bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Seluruh kepala dinas pariwisata di tujuh kabupaten/kota harus bekerja bahu membahu. Termasuk asosiasi pariwisata, harus ikut andil dalam program ini," ujar Boeralimar dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/12).


Senada dengan Boeralimar, Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata sepakat dengan ajakan tersebut. Menurutnya dalam menyambut 2019, pihaknya mengajukan 18 event cross border ke Kemenpar. Antara lain Deepavali (Festival Cahaya Hindu), Chinese New Year, Bajafash, dan Silaturahmi Bawean.

"Kami sudah menyurati semua pelaku pariwisata untuk melapirkan jenis kegiatan yang akan digelar. Usulan mereka akan diverifikasi untuk dijadikan kalender event tahun 2019. Keterlibatan swasta sangat penting untuk meningkatkan pariwisata, termasuk komunitas," ucap Ardiwinata.


Ketua GIPI Kepulauan Riau Tupa Simanjuntak pun mengaku berterima kasih atas dukungan Kemenpar dan pemerintah daerah. Baginya, dukungan itu akan menjadi semangat untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan, demi kemajuan pariwisata Kepri.

Sebagai informasi GIPI Kepri dikukuhkan pada Oktober 2018. Ada 15 asosiasi yang tergabung di dalamnya, yaitu PHRI, HPI, ASPPI, ASITA, ICA, ASPABRI, APJII, IHKA, Pokdarwis, AKARI, HITA, GenPI, ASPI, IPI dan Golf bersama unsur Pentahelix lainnya.

Undangan yang hadir pun dimanjakan dengan sajian kuliner Nusantara, serta atraksi seni dan budaya yang menjadi kekuatan pariwisata Kepri. Selain itu, seluruh asosiasi yang tergabung dalam GIPI Kepri juga memberikan penawaran spesial berupa paket promosi wisata.

Dirinya menambahkan kegiatan ini memang digagas dengan tujuan untuk mempromosikan pariwisata Kota Batam melalui keanekaragaman budaya Nusantara dan kekayaan kuliner khas Kepri.


"Batam atau Kepulauan Riau menjadi salah satu daerah yang dibidik untuk bisa menyumbang banyak wisatawan mancanegara lewat cross border. Selain budaya dan kulinernya, keunggulan Batam adalah lokasinya yang tidak jauh dari Singapura. Jadi, masyarakat Singapura atau warga negara lain yang berkunjung ke Singapura, bisa mampir ke Batam," ungkapnya.

Lebih lanjut Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan Kemenpar akan meningkatkan potensi pariwisata perbatasan (cross border tourism) pada 2019. Hal ini sebagai upaya mencapai target kunjungan 20 juta wisman dan 275 juta wisatawan Nusantara.

Menurutnya jika tahun ini pariwisata perbatasan diprediksi mampu menyumbang 18 persen dari total kunjungan wisman, tahun depan target dinaikkan menjadi 20 persen. Atau sekitar 3,4 juta dari total 20 juta target wisman.

"Batam memiliki kekuatan budaya dan ragam kuliner yang bisa di-create menjadi daya tarik. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk menarik wisman adalah dengan menghadirkan event-event besar berskala nasional ataupun internasional," kata Arief. (prf/vws)