5 Tips Hindari 'Kehabisan Napas' di Bandara

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 19:02 WIB
5 Tips Hindari 'Kehabisan Napas' di Bandara Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terburu-buru saat berada di bandara bisa membuat perjalanan wisata berujung menyebalkan. Terlambat check-in atau tidak mengetahui jenis barang yang seharusnya masuk bagasi pesawat bukan satu-satunya alasan yang menyebabkan napas terengah-engah karena harus berlari menuju ruang tunggu keberangkatan (gate).

Maskapai penerbangan menyediakan waktu maksimal dua jam sebelum keberangkatan agar penumpang melakukan check-in. Tapi ada baiknya jika bisa datang sebelum batas waktu yang ditentukan, karena bisa saja antrean mengular menjelang keberangkatan.

Datang lebih awal juga berarti bisa memasukkan barang ke bagasi pesawat sampai batas maksimal yang ditentukan maskapai, karena penumpang belum terlalu ramai.


Ketahui juga jenis barang yang bisa dibawa di bagasi kabin atau yang harus disimpan di bagasi pesawat. Jangan sampai harus putar balik lagi ke meja check-in karena dicegat petugas keamanan yang mengatakan kalau tripod atau tongsis yang dibawa harus masuk bagasi pesawat.

Dikutip dari Oyster dan berbagai sumber, berikut ialah sejumlah keteledoran yang membuat penumpang pesawat jadi terburu-buru saat berada di bandara:

1. Terlalu lama kongko

Bandara bukan cuma tempat menunggu pesawat terbang atau lepas landas. Di Bandara Internasional Changi Singapura, penumpang bahkan bisa datang ke gym atau berenang.

Terlalu lama kongko di duty free atau kedai kopi bandara juga menjadi alasan penumpang akhirnya terburu-buru datang ke gate.

Sebaiknya perhitungkan waktu keberangkatan pesawat dan jam kongko di bandara. Jangan remehkan jarak ke gate, apalagi di bandara interasional, sehingga tak perlu sampai basah kuyup berkeringat akibat berlarian dari Coffee Bean di pintu keberangkatan sampai ke Gate 20 misalnya.

2. Penerbangan dengan waktu transit yang pendek

Untuk penerbangan jarak jauh, waktu transit sangatlah berharga. Dalam waktu ini kita bisa mampir ke meja imigrasi (jika perlu) atau ke kamar kecil.

Jika waktunya cukup panjang kita bahkan bisa kongko di sekitar bandara (namun harus tetap ingat poin nomor satu!)

Bagi yang baru pertama kali datang ke bandara transit dan tidak ingin mengalami panik karena terburu-buru, sebaiknya jangan nekat memilih penerbangan dengan waktu transit di bawah satu jam.

Waktu transit paling aman minimal 90 menit untuk penerbangan domestik dan minimal satu setengah jam untuk penerbangan internasional.

Bagi yang terpaksa memilih penerbangan dengan waktu transit yang pendek ada baiknya mengetahui lokasi yang harus di lewati saat berada di bandara yang dituju sekaligus membaca informasi transit penumpang sebelum mendarat.

4. Lupa isi form imigrasi

Jangan remehkan waktu mengisi form imigrasi yang wajib diisi. Isilah form tersebut sebelum mendarat dan serahkan kepada petugas saat diminta.

Banyak kejadian penumpang yang ketinggalan pesawat karena harus berurusan dengan petugas imigrasi akibat lupa mengisi form yang dimaksud.

5. Ketinggalan barang di meja pemeriksaan

Semakin banyak penumpang yang bepergian dengan tas pinggang (waist-bag).

Selain modelnya yang trendi, tas semacam ini juga bisa diandalkan untuk menaruh paspor, tiket dan barang berharga lainnya saat proses pemeriksaan keamanan menuju gate.

Awalnya jaket berkantung bisa diandalkan, namun karena jaket dan isinya juga harus dikeluarkan dan masuk ke dalam wadah plastik saat melewati mesin pemindai, maka banyak penumpang yang ketinggalan barang berharga di meja pemeriksaan keamanan.

(fey/ard)