Diterjang Tsunami, Wisata Kalianda Porak Poranda

CNN Indonesia | Senin, 24/12/2018 16:53 WIB
Diterjang Tsunami, Wisata Kalianda Porak Poranda etugas menggunakan alat berat menyingkirkan puing-puing rumah warga yang tersapu tsunami di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (23/12. (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sederet destinasi wisata di kawasan pesisir Kalianda, Lampung Selatan, terpantau porak poranda. Kerusakan itu diakibatkan oleh hantaman gelombang tinggi tsunami Selat Sunda yang menerjang Kabupaten Pandeglang, Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu (22/12) lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun tim Tourism Crisis Center (TCC) Kementerian Pariwisata, terdapat dua kecamatan terdampak tsunami di Lampung Selatan seperti Kalianda dan Rajabasa.

Ketua Tim TCC Kemenpar, Guntur Sakti mengatakan, di masing-masing kecamatan tersebut terdapat destinasi wisata yang selama ini menjadi kantong wisatawan, terutama saat momen libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru.



Di Kalianda, misalnya, terdapat Pantai Maja dan Batu Kapal yang berlokasi di Desa Maja. Sementara di Rajabasa, terdapat tiga lokasi wisata yang terdampak di antaranya Pantai Canti, Banding Resort, dan Pantai Wartawan.

"Untuk infrastruktur, listrik, dan telekomunikasi di sana masih lancar," ujar Guntur, Senin (24/12), melansir Antara.

Tak cuma dikenal sebagai kantong wisatawan domestik, kawasan wisata di pesisir Kalianda juga menjadi salah satu tujuan pelancong mancanegara yang ingin berkunjung ke Pulai Sibesi dan Gunung Anak Krakatau.

Sebagian besar destinasi terdampak tsunami di Lampung Selatan di antaranya berupa atraksi alam seperti pantai dan pulau.

Sementara perihal amenitas, tercatat tiga hotel di Lampung Selatan mengalami kerusakan. Di antaranya Hotel Wartawan de Mansion, Hotel Grand Elty Krakatoa,dan Kahaii Beach Resort.


Tsunami menerjang kawasan pantai Kabupaten Pandeglang, Banten dan Lampung Selatan, Lampung pada Sabtu (22/12). Gelombang tinggi itu disebabkan aktivitas Gunung Api Krakatau yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut.

Badan Meteorologi, Klimatoilogi, dan Geofisika (BMKG) menuturkan aktivitas ini disebabkan oleh longsoran kepundan Gunung Anak Krakatau seluas 64 hektare (ha) yang menghempas lautan Selat Sunda.

Per Senin (24/12) pagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban tewas akibat tsunami Selat Sunda mencapai 281 orang. Sementara, 1.016 lainnya mengalami luka-luka, dan 57 orang masih dinyatakan hilang.

(Antara/asr)