Israel akan Buka Bandara di Dekat Laut Merah

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 14:26 WIB
Israel akan Buka Bandara di Dekat Laut Merah Sebuah resort di kawasan Laut Merah, Israel. (Foto: AFP PHOTO / MOHAMED EL-SHAHED)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel berencana membuka bandar udara (bandara) internasional baru milik mereka di dekat kawasan Laut Merah, pada bulan Januari 2019.

Menteri Transportasi Israel, Yisrael Katz, menuturkan bandara internasional itu akan dibuka untuk umum pada tanggal 22 Januari.

"Sehari sebelumnya, Benjamin Netanyahu (Perdana Menteri Israel) akan meresmikan pembukaan bandara," ujar Katz seperti yang dikutip dari AFP, Rabu (2/1).


Rencananya bandara ini hanya akan melayani penerbangan domestik dari maskapai Arkia dan Israir, sebelum melayani penerbangan internasional yang akan segera dirilis.

Bandara yang terletak sekitar 18 kilometer dari Laut Merah ini dibangun sejak tahun 2013. Diperkirakan baiya yang diperlukan untuk membangun bandara ini mencapai angka $455 juta (sekitar Rp6,58 triliun).

Nama yang rencananya akan disematkan untuk bandara ini adalah Ilan Ramon, yakni seorang astronot asal Israel pertama yang meninggal kecelakaan pesawat ulang alik Coulmbia.

Tempat ini akan menggantikan Bandara Ovda, yang berada sekitar 60 kilometer dari Eilat, sekaligus menjadi lokasi pendaratan alternatif dari Bandara Ben-Guron di Tel Aviv.

Situs resmi bandara menyebutkan awalnya akan melayani sekitar 2 juta orang, namun target itu akan meningkat menjadi 4,5 juta orang pada tahun 2030.

Eilat adalah kota yang terletak di Israel bagian selatan. Kota ini diapit oleh Taba, Mesir dan Aqaba, Yordania.

Kota ini terletak di bagian utara Teluk Aqaba, bagian timur Laut Merah. Sehu rata-rata kota ini mencapai angka 40 derajat celcius saat musim panas, tak heran jika Eilat dijuluki sebagai Kota Panas.

Meskipun julukannya terdengar kurang menyenangkan, namun sebagian besar wisatawan memilih untuk berdamai dengan beragam aktivitas menyenangkan seperti berenang bersama lumba-lumba di laut merah, menjelajahi pusat observasi bawah laut, hingga menyelam di laut merah. (agr/ard)