Pesawat dari Beijing Mendadak Transit di Pulau Kecil Alaska

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 17:19 WIB
Pesawat dari Beijing Mendadak Transit di Pulau Kecil Alaska Ilustrasi. Glasier Hubbard di Alaska. (Istockphoto/snipes213)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penumpang maskapai penerbangan Delta Airlines mendapat kejutan Natal yang lebih awal. Kejutan tersebut berupa pesawat transit secara mendadak di Alaska.

Dikutip dari The Points Guy pada Kamis (3/1), awalnya pesawat itu memiliki rute penerbangan dari Beijing, China ke Seattle, Washington, Amerika Serikat (AS).

Namun di tengah perjalanan, salah satu mesin pesawat rusak dan kehabisan bahan bakar, sehingga pilot terpaksa mendarat darurat di pangkalan militer AS di pulau terpencil di Alaska, Shemya.


Bukan satu atau dua jam, transit mendadak itu berlangsung selama 12 jam di tengah musim dingin sehari sebelum Natal.

Sebanyak 194 penumpang dinyatakan selamat dalam pendaratan darurat tersebut.

Perjalanan tertunda mereka juga telah dilanjutkan kembali oleh pesawat lain yang datang menjemput.

Sudah pasti ratusan penumpang sempat kebingungan saat mereka diberitahu pesawat akan mendarat darurat di Alaska, karena sepanjang penerbangan dirasa baik-baik saja.

Kebingungan mereka ditambah rasa kaget karena tak menyangka kalau suhu di Shemya sangat dingin, sekitar 2 derajat Celcius. Dinginnya suhu masih ditambah dengan embusan angin yang kencang.

Shemya sudah pasti bukan destinasi yang tepat untuk merayakan malam Natal. Beruntungnya ada bangunan milik militer AS yang bisa digunakan untuk menampung penumpang sembari menunggu pesawat cadangan datang.

Sebenarnya pulau kecil itu bukanlah tempat asing bagi pesawat mendarat. Pulau Shemya sudah sering digunakan oleh pesawat yang melintasi Samudra Pasifik untuk pengisian bahan bakar, lapor Atlanta Journal-Constitution.

Seluruh penumpang kembali naik pesawat menuju Seattle pada pukul 04.00. Pesawat cadangan mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Seattle-Tacoma pada pukul 22.00, sehingga tak satupun penumpang yang melewatkan Natal.

Pihak Delta belum berkomentar mengenai kejadian ini. Namun ungkapan kebingungan dan kaget banyak diceritakan penumpangnya melalui media sosial.

"Saya masih hidup! Jadi pesawat kami mengalami kerusakan mesin dan harus menunggu 12 jam di Alaska. Sebuah kisah terbaik yang akan saya ceritakan kepada anak cucu saya!" tulis salah satu penumpang dengan akun Twitter @shibarollben.



(sti/ard)