Cara Cegah Penularan Penyakit dari Anjing dan Kucing Liar

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 20:15 WIB
Cara Cegah Penularan Penyakit dari Anjing dan Kucing Liar ilustrasi anjing liar (asommerh/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Razia anjing dan kucing liar yang dilakukan di wilayah DKI Jakarta viral di media sosial. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantas menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) untuk menunda penangkapan anjing dan kucing liar.

Penangkapan anjing dan kucing liar itu bertujuan untuk mencegah penularan penyakit dari hewan-hewan tersebut. 

Dokter hewan Ooy Komariah menjelaskan ada beberapa penyakit yang patut diwaspadai dari anjing dan kucing. Dari anjing misalnya salah satu penyakit yang paling ditakuti adalah tertular rabies. Penyakit rabies disebabkan oleh infeksi virus mematikan akibat gigitan hewan seperti anjing.



Namun, Ooy menyebut tak perlu khawatir pada penyakit ini karena Jakarta sudah dinyatakan bebas dari rabies.

"Kalau di Jakarta sudah bebas dari rabies sejak 10 tahun yang lalu. Tidak ada lagi gigitan hewan yang positif rabies," kata Ooy yang merupakan Kepala Jakarta Animal Clinic ini, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/1).

Meski dinyatakan bebas, Ooy menyarankan agar pemilik anjing tetap melakukan vaksin terhadap peliharaannya untuk mencegah penyebaran rabies.

Selain rabies, ada pula penyakit leptospirosis. Penyakit ini menyebar lewat cairan hewan yang terkontaminasi pada air atau makanan yang dikonsumsi manusia. 

Apabila terkena pada manusia, leptospirosis menyerang sistem pencernaan terutama liver. Untuk mencegah penyakit ini, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan.

"Lupa cuci tangan setelah kontak dengan hewan lalu kita makan, itu salah satu media penyebaran. Oleh karena itu jaga sanitasi, efeknya luar biasa," ujar Ooy yang merupakan Ketua Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia.


Penyakit lain yang harus diwaspadai adalah cacingan. Menurut Ooy, hewan liar di Jakarta memiliki kemungkinan cacingan positif sangat besar. Oleh karena itu, dia menyarankan untuk rutin memberikan obat cacing pada hewan peliharaan dan juga hewan liar di sekitar lingkungan setiap tiga bulan sekali.

Sementara itu, pada kucing liar, Ooy menyebut penyakit yang patut diwaspadai adalah serangan toksoplasma. Biasanya kucing yang memiliki parasit toksoplasma adalah kucing yang kerap mengonsumsi makanan mentah. Pasalnya, parasit itu akan mati pada suhu di atas 100 derajat celcius.

Untuk menghindari penyakit ini, Ooy menyarankan untuk tidak kontak langsung dengan kucing liar dan menjauhi kotoran kucing liar. 

"Jangan dipegang-pegang saja kalau mau memberi makan. Dan dibantu untuk sterilkan untuk menekan populasi kucing liar," ujar Ooy. (ptj/chs)