Jepretan Kamera Dianggap Ganggu Kesucian Golden Temple

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 13:47 WIB
Jepretan Kamera Dianggap Ganggu Kesucian Golden Temple Golden Temple di India. (Istockphoto/Xantana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Turis dilarang mengambil foto di dalam Kuil Emas (Golden Temple) demi menjaga kesucian tempat ibadah kaum Sikh itu. Aturan baru tersebut diterapkan karena selama ini badan pengelola Golden Temple merasa kalau sebagian besar turis yang datang kurang menghormati umat yang sedang melakukan ibadah atau ziarah.

"Ini bukan tempat untuk bersantai. Ini adalah situs keagamaan tempat para penyembah datang untuk berdoa dan mencari penghiburan dari kesedihan mereka," kata Roop Singh, kepala sekretaris Komite Parbandhak Shiromani Gurdwara, badan yang mengelola situs yang berada di kota Amritsar itu.

Setiap hari tercatat ribuan turis dan peziarah yang mengunjungi Golden Temple. Kepopulerannya mirip dengan Taj Mahal.


Setiap hari pula Golden Temple memberikan makanan gratis bagi pengunjung yang datang. Konsep ini sama seperti yang dilakukan kuil-kuil Sikh lainnya.

Setelah aturan baru berlaku, kini hanya tamu undangan saja yang diperbolehkan berfoto di dalam komplek Golden Temple.

"Aturan akan diterapkan demi menjaga kesucian tempat ini," kata Singh.

Di balik keindahan dan kemegahannya, Golden Temple telah menjadi saksi bisu tragedi berdarah yang terjadi di kawasannya dalam beberapa dekade terakhir.

Pada tahun 1984, militer India melancarkan serangan ke Golden Temple yang bertujuan mengusir gerilyawan yang bertahan di dalamnya.

Komunitas Sikh sangat marah dengan yang dilakukan militer India.

Tak lama berselang, Perdana Menteri Indira Gandhi, yang memerintahkan operasi militer ke Golden Temple, ditembak mati oleh pengawalnya yang merupakan pengikut Sikh.

Pembunuhan itu memicu kerusuhan anti-Sikh di mana sekitar 3.000 orang tewas di jalan-jalan New Delhi.

Bukan cuma Golden Temple yang merasa terganggu dengan jepretan kamera. Sebelumnya hal yang sama juga pernah terjadi di Indonesia, tepatnya saat perayaan Waisak di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada tahun 2013.

Ketika itu turis yang datang menyerbu biksu yang sedang melakukan ibadah di sekitar candi dengan menyorotkan lensa kamera terlalu dekat. Tak sedikit turis yang tak berpakaian pantas memanjat bebatuan candi yang disakralkan oleh umat Buddha ini.

Lolosnya gerombolan "turis selfie" ini disebut berawal dari lemahnya pengawasan pengelola dan pihak keamanan.

Sejak ramai mendapat kritik, akhirnya perayaan Waisak di Candi Borobudur diselenggarakan dengan lebih tertutup dan ketat, hanya undangan, umat dan media yang boleh melihat prosesi ibadah secara dekat.

(ard)