Naiknya Harga Tiket Pesawat Ancam Ekosistem Pariwisata

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 17:06 WIB
Naiknya Harga Tiket Pesawat Ancam Ekosistem Pariwisata Ilustrasi. (REUTERS/Enny Nuraheni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia penerbangan Indonesia baru-baru ini mendapat perhatian dari masyarakat luas, terkait kenaikan harga tiket penerbangan domestik yang dirasa mahal oleh sebagian kalangan.

Meskipun sejak Senin (14/1) beberapa maskapai penerbangan telah menurunkan harga tiket untuk beberapa rute, masyarakat terutama kaum perantau masih belum merasa puas.

Kenaikan harga tiket penerbangan domestik juga berimbas kepada industri pariwisata, mengingat Menteri Pariwisata Arief Yahya kerap mengatakan pentingnya aspek aksesibilitas dalam pengembangan industri pariwisata.


Wakil Presiden Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (ASTINDO), Rudiana, mengatakan bahwa jika tiket domestik terlampau mahal masyarakat Indonesia akan lebih memilih berwisata ke luar negeri ketimbang berwisata ke dalam negeri.

Padahal jumlah turis domestik juga turut menggerakkan roda industri pariwisata Indonesia.

"Enakan mana kedengarannya, 'habis dari Jepang' apa 'habis dari Manado'? Kan sekarang orang lebih suka prestisenya," ujar Rudiana kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi pada Selasa (15/1).

Menurutnya mahalnya tiket penerbangan domestik tidak sepenuhnya kesalahan maskapai, karena selama ini konsumen pesawat terbang di Indonesia sudah 'menanam' standar mengenai tarif tiket sebuah rute, padahal tarif tersebut juga masih sesuai dengan tarif batas atas.

Terkait kebijakan kenaikan tarif penerbangan, Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICIPI) Azril Azahari melihat adanya ketidaksinkronan koordinasi dalam pemerintah.

"Satu sisi ingin mengembangkan pariwisata, tapi di sisi lain malah menerapkan kebijakan yang berlawanan," ujar Azril kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (15/1).

Terkait dampak kenaikan harga tiket penerbangan domestik terhadap sektor pariwisata Indonesia, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asnawi Bahar, menuturkan hal ini juga akan membawa dampak kepada wisatawan mancanegara, karena pariwisata sifatnya menyeluruh.

"Kalau penurunan kemarin signifikan atau bisa kembali ke harga semula mungkin akan membawa kabar baik. Tapi ingat, yang dirugikan bukan hanya wisatawan domestik, tapi juga wisatawan mancanegara. Bahkan untuk 10 Bali pun akan terkena dampak ini," ujar Asnawi kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (15/1).

Selain itu, ia menambahkan, pariwisata adalah sebuah ekosistem dimana banyak unsur yang terkandung di dalamnya.

"Jadi jika harga tiket meroket maka akan mempengaruhi hal lainnya, seperti pendapatan hotel, sewa mobil, toko oleh-oleh sampai sumber daya manusia yang menggantungkan perekonomiannya dalam industri pariwisata," pungkasnya.

(agr/ard)