Creme Brulee Jadi Warna Desain Interior 2019

CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 08:47 WIB
Creme Brulee Jadi Warna Desain Interior 2019 Contoh penerapan warna Spiced Honey. (Dok. AkzoNobel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konon, warna bisa memengaruhi perasaan atau mood seseorang. Oleh karenanya pula, pemilihan warna desain interior tak bisa sembarangan. Salah memilih warna, bisa-bisa mood tak karuan.

Tahun 2019 dipandang sebagai tahun yang penuh optimisme. Orang sudah siap dengan perubahan dan terbuka akan berbagai kemungkinan yang ada. Spiced honey dipilih menjadi warna desain interior paling sesuai dengan mood yang ada di tahun ini.

Warna itu diracik oleh sederet ahli dari AzkoNobel yang merumuskan tren warna global 2019. Spiced honey digambarkan sebagai warna yang mirip dengan creme brulee.


"Tiap tahun kami mengambil satu warna utama atau sebagai mood utama," ujar Managing Director AzkoNobel Decorative Paint South East Asia, Oscar Wezenbeek saat konferensi pers di Mal Kota Kasablanca, Jakarta, Rabu (16/1). AzkoNobel sendiri merupakan perusahaan multinasional dalam bidang produksi cat.

Pemilihan warna utama spiced honey dibagi ke dalam empat tema besar. Empat tema itu di antaranya 'think', 'dream', 'love', dan 'act'. Empat tema ini menggambarkan era keterbukaan terhadap berbagai kemungkinan yang ada.

"Sekarang mood-nya optimistis, mulai beraksi," ujar Wezenbeek. Di zaman kiwari, kata dia, orang tak lagi menunggu pihak lain untuk bertindak. Masifnya media sosial membuat banyak orang lebih berani bertindak dengan kapasitasnya masing-masing.

Pertama adalah 'think' alias berpikir. Tema ini menggambarkan kemandirian berpikir orang-orang di tengah ramainya arus informasi zaman kiwari. Ada keinginan untuk berpikir, dan kemudian memutuskan sendiri. Ada pula kebutuhan untuk terus terkoneksi dengan diri sendiri.

Tema berpikir itu kemudian diterjemahkan ke dalam palet warna netral seperti spiced honey, beige atau keabuan, hitam, atau putih.

Kedua adalah 'dream' atau mimpi untuk menggambarkan keinginan yang kuat. Tema ini disetarakan dengan palet warna pastel lembut seperti merah muda, mauve, abu-abu, serta cokelat lembut.

Ketiga adalah 'love'. Wezenbeek mengatakan, tak selamanya orang ingin terus menyendiri. Setiap individu memiliki keinginan untuk terkoneksi dengan orang-orang terkasih seperti keluarga dan pasangan. Warna-warna intens seperti merah marun, burgundi, dan hijau dinilai tepat untuk menggambarkan cinta yang hangat ini.

Terakhir adalah 'act' alias aksi. Tema ini menggambarkan manusia yang bergerak sebagai agen perubahan. Tema ini didorong dengan penggunaan warna-warna terang yang menonjol.

"Terang, menonjol, berani, ekspresif, ini bisa juga lewat permainan geometris agar ruangan jadi lebih hidup," imbuh Wezenbeek. (els/asr)