Pakai Dasi 'Kedodoran', Trump Merasa Lebih Langsing

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 15:29 WIB
Pakai Dasi 'Kedodoran', Trump Merasa Lebih Langsing Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam berbagai kesempatan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kerap tampil dengan dasi panjang yang menjuntai ke bawah. Saking panjangnya, bahkan dasi itu melampaui ikat pinggangnya.

Bukan tanpa alasan Trump mengenakan dasi yang panjang menjuntai ini. Sebab, dengan dasi itu, Trump merasa lebih langsing.

Rahasia itu diungkap Chris Christie, mantan Gubernur New Jersey, dalam sebuah memoar berjudul Let Me Finish. Mengutip The Guardian, dalam memoar itu, Chris menggambarkan percakapannya dengan Trump mengenai penampilan.


"Anda harus terlihat lebih menarik untuk bisa menang," ujar Trump pada Christie dalam sebuah percakapan di tahun 2005 silam yang dikenangnya.

Apa yang dikatakan Trump pada 2005 terus dirawat hingga momen Pemilihan Presiden AS pada 2016 lalu. Pada momen itu, Trump mengatakan bahwa ia harus mengenakan dasi yang lebih panjang. Hal itu, kata Trump, membuatnya terlihat lebih kurus selama kampanye pilpres.

Tak ayal, Trump pun akhirnya hidup dengan nasihatnya sendiri. Membiarkan dasi panjangnya hampir melampaui ikat pinggang yang dikenakannya.

Namun, GQ mencatat, pilihan gaya Trump ini akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Dasi yang terlalu panjang dinilai tidak tepat estetika. Dasi seorang pria, menurut majalah fesyen pria itu, harus jatuh tepat di bagian pinggang, tak lebih dari itu.

Selain memakai dasi yang terlalu panjang, Trump juga kerap menempelkan isolasi agar dasi tak bergerak lincah karena angin. Sayang, metoda itu berulang kali terbukti tidak efektif. (asr/asr)