Korea Bangun Wisata Pantai Dekat Gudang Rudal

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 17:39 WIB
Korea Bangun Wisata Pantai Dekat Gudang Rudal Pantai Wonsan-Kalma di Korea Utara. (KCNA/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Korea Utara berniat untuk membuka kawasan pesisir pantainya sebagai destinasi wisata. Hal tersebut diketahui dari foto satelit yang diambil oleh kelompok monitor Amerika Serikat, 38 North, seperti yang dikutip dari CNN Travel pada Minggu (20/1).

Kawasan pesisir Wonsan-Kalma itu disebut bakal dibuka untuk umum pada akhir tahun ini. Selain pantai, kawasan tersebut juga akan menjadi komplek hotel, taman bermain, stadion olahraga, bioskop, tempat belanja dan tempat makan.

Pembangunan kawasan wisata baru ini telah berlangsung sehjak tahun lalu. Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-Un, juga sering datang langsung ke sana demi mengecek perkembangan proyek yang sedang berjalan.


Semasa kecilnya, Kim Jong-Un sering diajak berwisata oleh keluarganya ke Wonsan-Kalma. Kawasan ini memang menjadi destinasi wisata utama penduduk Korea Utara, terutama saat liburan musim panas.

Mengenai akses, kawasan Wonsan-Kalma berada dekat dengan bandara militer. Seiring dengan pembangunan kawasan wisata tersebut, terminal kedatangan turis ikut disiapkan.

Namun belum diketahui apakah Bandara Wonsan-Kalma akan membuka pintu bagi penerbangan luar negeri.

Sebelum proyek Wonsan-Kalma, pemerintah Korea Utara telah lebih dulu membuka kawasan ski Masik Pass pada tahun 2014. Ketika itu sambutan publik dari dalam dan luar Korea Utara sangat meriah.

Wonsan-Kalma merupakan kawasan militer tempat pemerintah Korea Utara menyimpan amunisi rudal balistiknya. Jika terjadi keadaan darurat, rudal balistik itu juga bakal diluncurkan dari sana.

"Sangat aneh mengetahui ada kawasan wisata di gudang rudal balistik. Namun ini adalah negara Kim Jong-Un, dia bisa melakukan apapun," kata Lim Eul-chul, pengamat ekonomi Korea Utara dari Universitas Kyungnam, Korea Selatan, seperti yang dikutip dari Reuters pada 2017.

Pembangunan kawasan wisata di Korea Utara juga didukung oleh Amerika Serikat, melalui Presiden Donald Trump yang melakukan pertemuan dengan Kim Jong-Un di Singapura pada Juni 2017.

"Korea Utara memiliki pantai yang indah. Anda bisa melihatnya dalam video saat mereka menembakkan rudal ke angkasa," kata Trump.

Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti jumlah turis yang datang ke Korea Utara, karena pemerintahnya tak membuka data tersebut ke publik.

Namun dalam tulisan Channel News Asia disebutkan kalau Korea Utara dikunjungi 100 ribu turis mancanegara setiap tahunnya.

Dari selebaran Wonsan-Kalma yang diterima Reuters, tertulis bahwa kawasan wisata ini berharap dikunjungi 1 juta turis setiap tahunnya.

Meski rencana pengembangannya sudah mantap, tapi ada catatan kelam mengenai pariwisata di Korea Utara.

Pada tahun 2008, seorang turis asal Korea Selatan yang berusia 53 tahun ditembak mati oleh militer Korea Utara karena berusaha masuk ke zona militer dalam turnya.

Lalu pada dua tahun yang lalu seorang turis asal Amerika Serikat, Otto Warmbier, meninggal dunia setelah bebas dari penjara Korea Utara dengan tuduhan mencuri poster propaganda pemerintah Korea Utara.

(agr/ard)