Laporan Paris Couture Week

Romantisme Dunia Bintang Schiaparelli

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 18:57 WIB
Romantisme Dunia Bintang Schiaparelli Koleksi Schiaparelli (Thomas SAMSON / AFP)
Paris, CNN Indonesia -- Semasa kecilnya, Elsa Schiaparelli, sang pendiri rumah mode Schiaparelli merasa dirinya kurang cantik. Hal ini disebabkan beberapa tahi lalat di wajahnya. Menurut autobiografinya, Shocking Life (1954), Elsa bahkan berupaya menumbuhkan bunga di atas kepalanya dengan memasukkan biji-biji bunga melalui hidung (sesuatu yang sangat ceroboh namun sangat imajinatif).

Namun sang paman, astronom Giovanni Schiaparelli berkata bahwa tahi lalatnya berbentuk seperti konstelasi bintang Ursa Major. Sejak saat itu, Elsa secara konstan tertarik dengan astronomi dan astrologi, meski sebatas dari segi estetikanya saja.

Menariknya, sang astronom Giovanni memberi inspirasi kepada Elsa, untuk menciptakan koleksi yang bernuansa perbintangan dan astronomi. Namun ini adalah sebuah konsep yang tak lazim dan sangat visioner di tahun 1930-an.



Konsep perbintangan ini pun akhirnya kembali menginspirasi rumah mode ini untuk kembali 'membuat' bintang.

Tahun 2017 lalu, badan antariksa Eropa ESA dan Rusia Roscosmos mencoba mendaratkan sebuah modul di Mars bernama Schiaparelli.

Di planet merah tersebut ada juga sebuah kawah bernama serupa. Keduanya dinamai menurut seorang astronom Italia, Giovanni Schiaparelli.

Itulah mengapa Bertran Guyon memberi tajuk Florea Ursae Major untuk koleksi Schiaparelli haute couture musim panas 2019 ini. Terispirasi dari motif-motif bintang, bulan sabit, dan bunga-bunga, koleksi ini menjadi pembuka pekan mode couture Paris yang segar dan menarik.

koleksi SchiaparelliFoto: Thomas SAMSON / AFP
koleksi Schiaparelli

Setelan peplum yang feminin dengan siluet yang tegas disulam dengan kepingan porselen, gauze berwarna pastel, renda guipur, serta emas dan mother-of-pearl, dan gaun yang seluruhnya disulam dengan bulu burung unta berwarna turkis (toska) dan shocking pink merupakan pakaian couture yang tidak hanya menantang untuk dibuat, namun juga terlihat menakjubkan.

Atasan dengan motif Portrait d'Elsa, serta setelan berbahan santung dengan hiasan lambang-lambang zodiak juga ikut meramaikan koleksi ini. Bahan-bahan seperti organza, sutera, crepe, sert tulle, dengan warna-warna kontras yang cerah dan sering bertabrakan, sengaja disandingkan dengan dekor venue Palais Galliera yang bergaya barok yang megah.


Warna-warna terang dengan penuh motif megah dengan tekstur bervolume mendominasi sebagian besar koleksinya. Sebuah gaun besar bervolume dan bertumpuk dengan warna pink dan oranye menjadi pamungkasnya.

Kembalinya para model kawakan seperti Farida Khelfa (yang juga pernah menjadi brand ambassador Schiaparelli di awal dibukanya kembali rumah mode ini di tahun 2013 , dan Erin O'Connor yang tengah hamil 9 bulan, yang mengenakan sebuah gaun dengan bodice bertingkat berbahan tulle berwarna pink, melengkapi kembalinya pesona Surealis Schiaparelli yang sembrono namun sangat menstimulasi kreativitas dan penghormatan akan seni.


(chs)