Catatan Kasus Obesitas Sepanjang Dua Tahun Terakhir

CNN Indonesia | Sabtu, 26/01/2019 14:38 WIB
Catatan Kasus Obesitas Sepanjang Dua Tahun Terakhir Titi Wati (Dok. CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Obesitas menjadi salah satu kondisi yang paling diperhatikan Indonesia, juga dunia. Kajian Global Burden of Diseases yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet menempatkan Indonesia di posisi 10 pada daftar negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia.

Gaya hidup buruk menjadi 'tersangka' utama banyak kasus obesitas. Pola makan tak seimbang dan minimnya aktivitas fisik membuat lemak kian menumpuk pada tubuh. Akibatnya, organ-organ tubuh yang terhimpit lemak tak berfungsi optimal.

Angka obesitas di Indonesia berangsur naik sejak beberapa tahun terakhir. Tak sedikit di antaranya yang membikin publik kaget. Terakhir adalah Titi Wati yang menderita obesitas ekstrem dengan berat badan 350 kilogram. Bobot tubuh yang melebihi batas wajar membuatnya harus ditangani 16 dokter sekaligus.



Selain Titi Wati, sejumlah kasus obesitas terekam oleh publik. Berikut CNNIndonesia.com merangkumnya.

1. Titi Wati
Di awal tahun, nama Titi Wati menjadi tak asing di telinga publik. Wanita berusia 37 tahun ini memiliki bobot tubuh yang melebihi batas wajar sebesar 350 kilogram. 

Obesitas ekstrem atau yang dikenal dengan istilah obesitas morbid membuat Titi kesulitan berdiri. Lemak yang menumpuk dalam tubuhnya disebabkan oleh kebiasaan mengemil dan kesukaannya pada camilan gorengan juga es krim.

Sejak usia 29 tahun obesitas ini diderita Titi. Segala macam cara, mulai dari diet dan mengonsumsi obat herbal, telah dilakoni Titi. Namun, lemak di tubuhnya tak menghilang jua. 

Kini, berkat perawatan intensif di rumah sakit, berat badan Titi berangsur turun.

2. Aria Permana
Bocah 12 tahun bernama Aria Permana mendadak mendapat sorotan publik  pada 2017 lalu. Berat badannya yang mencapai 192 kilogram membuatnya sulit berjalan dan sekolah lantaran tak kuat menopang tubuhnya sendiri.

Namun, Aria termasuk beruntung. Operasi bariatrik yang dijalaninya di RS Omni, Alam Sutera, Tangerang pada Mei 2017 berhasil mengubah kondisinya. Lambung Aria diperkecil hingga tersisa sepertiga dari ukuran asli.

Kini, berat badan Aria menurun hingga 109 kilogram. Aria kini sudah bisa bermain bola bersama teman-temannya.


3. Yudi Hermanto
Masih pada tahun 2017, pria asal Karang bernama Yudi Hermanto diketahui publik menderita obesitas. Berat badannya yang mencapai 310 kilogram bahkan membuatnya tak mampu berjalan. Dia pun mendapatkan perawatan intensif di RSUD Karawang.

Berat badan Yudi mulai beranjak naik sejak 2015 lalu. Saat itu, dia bekerja sebagai sekuriti di sebuah perusahaan katering Karawang. Pada malam hari, dia biasa menerima sisaan makanan katering yang semuanya dia makan tanpa kecuali.

Pada pertengahan 2016, dia berhenti dari pekerjaannya dan menganggur. Saat menganggur itulah, kebiasaan makannya semakin tak terkontrol ditambah minimnya aktivitas fisik membuat lemak di tubuhnya kian menumpuk. (fau/asr)