Meko, Pulau 'Pink' di Flores Timur yang Timbul Tenggelam

CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 19:29 WIB
Meko, Pulau 'Pink' di Flores Timur yang Timbul Tenggelam Pemandangan Pasir Timbul Meko di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mungkin bila mendengar nama Kabupaten Flores Timur di Nusa Tenggara Timur (NTT), langsung terbesit di kepala yaitu perayaan Semana Santa di Larantuka.

Namun Flores Timur juga memiliki keunikan objek wisata alam, yakni hamparan pasir timbul di tengah laut yang berada dekat Dusun Meko, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Warga menamai objek wisata alam itu Pasir Timbul Meko, karena terdapat gundukan pasir di tengah laut seperti pulau kecil tak berpenghuni.


Luasnya kurang lebih tidak sampai satu kilometer persegi. Pasir putih yang sedikit berwarna pink ini kontras dengan warna laut yang biru kehijauan. Pasir warna pink itu berasal dari karang yang hancur.

Tak ada ombak di Pasir Timbul Meko, hanya riak-riak kecil yang menyapu pasir putih yang lembut. Namun jika air laut pasang, pulau itu akan tenggelam.

Untuk bisa datang ke Pasir Timbul Meko, turis harus menempuh perjalanan yang lumayan panjang.

Menurut informasi yang dihimpun dari Kementerian Pariwisata, pulau pasir tersebut bisa dijangkau dengan penyeberangan kapal dari Pelabuhan Pelni Larantuka di Kota Larantuka ke pelabuhan Tubilota di Pulau Adonara.

Di sana turis dapat menumpang kapal motor ke Pulau Adonara dengan tarif Rp5.000 per orang. Waktu tempuhnya kira-kira sepuluh menit.

Sampai di Pulau Adonara, turis bisa menyewa mobil untuk mencapai Dusun Meko, kawasan hunian Suku Bajo yang berprofesi sebagai nelayan. Waktu tempuhnya kira-kira dua jam.

Dari Dusun Meko turis lanjut menyewa perahu nelayan setempat ke Pasir Timbul Meko dengan harga Rp400 ribu pulang pergi.

Selama perjalanan menuju pulau itu, turis bakal menikmati panorama bahari Laut Meko yang indah bak lukisan; air jernih yang menampakkan warna-warni terumbu karang.

Gunung Boleng, Bukit Sandosi dan Lembata ikut membingkai pemandangan tersebut.

Secara aksesibilitas, menuju Pasir Timbul Meko bisa melalui Kota Larantuka yang dijangkau dengan dua penerbangan dari Kupang, pada pagi hari menggunakan Trans Nusa dan Sore hari menggunakan Wings Air.

Via Maumere dengan menempuh perjalanan darat 4 jam bisa menjadi alternatif perjalanan ke Larantuka.

Fasilitas pendukung pariwisata seperti hotel dan restoran juga bisa dengan mudah ditemukan di sini.

(agr/ard)