CATATAN PERJALANAN

Santai di Bibir Tebing Uluwatu

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 26/01/2019 14:10 WIB
Pemandangan Pura Uluwatu di Bali. (Istockphoto/DKart)
Uluwatu, CNN Indonesia -- Uluwatu selalu memberi pengalaman liburan yang menyenangkan bagi saya mulai dari panoramanya, suasana pestanya sampai wisata kulinernya. Di usia yang tak lagi muda ini mencari keramaian yang sesuai umur memang sulit, begitu juga dengan Bali.

Beberapa bulan ini saya sedang sering berkunjung ke Uluwatu, mulai untuk urusan pekerjaan sampai percintaan. Dua hal yang membuat stres itu terasa lebih menyenangkan saat dinikmati di Uluwatu. Tinggal duduk di balkon bisa melihat langsung ke arah Samudera Hindia atau patung Garuda Wisnu Kencana.

Akses di Uluwatu


Bagi yang baru pertama kali datang ke Uluwatu, kawasan ini bisa dijangkau dengan berkendara selama sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Pilihannya bisa naik taksi online atau kendaraan sewa, semua tergantung isi dompet.

Jika sudah melihat komplek Universitas Udayana atau Garuda Wisnu Kencana berarti sudah sampai di kawasan Uluwatu, begitu kata supir mobil yang mengantarkan saya ke sana sana.

Dari pengalaman saya berkunung ke sini kawasan Uluwatu terbagi dua, yang pertama bagian Jalan Raya Uluwatu--yang berakhir di Pura Uluwatu tempat menyaksikan Tari Kecak, yang kedua bagian Jalan Labuan Sait--yang berakhir di Pantai Padang Padang.

Kedua bagian tersebut sama-sama menarik dan sama-sama terhubung--melalui Jalan Pantai Suluban selama berkendara sekitar 8 menit.

Tapi jika ingin menghindari kemacetan turis yang menuju atau keluar Pura Uluwatu, sebaiknya tidak melintas di Jalan Raya Uluwatu menjelang dan selepas senja.

Kawasan Uluwatu yang sering saya jelajahi ialah Jalan Labuan Sait, tempat Pantai Padang Padang dan Pantai Thomas berada.

Santai di Bibir Tebing Uluwatu [EMB]Tari Kecak di Pura Uluwatu, Bali. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)

Area Ramai Turis

Selain pantai beraneka medan, di sini juga ramai dengan berbagai restoran dan bar yang kekinian.

Jika bertanya tempat makan favorit saya di sini jawabannya ialah La Barraca, Rolling Fork, Suka Espresso dan Drifter Surf Shop Cafe & Gallery.

Sedangkan untuk kongko malam pilihan saya Mango Tree, Single Fin, Ulu Cliff atau Roosterfish Beach Club.

[Gambas:Instagram]

Selepas jam sarapan, makan siang, sunset atau pesta, kawasan Uluwatu bisa dibilang sangat lengang, jadi jangan takut dikerubungi turis setiap waktu saat menetap di sini.

Pantai berpasir putih dengan air bening yang dibingkai tebing menjadi magnet utama kedatangan turis ke sini. Yang ingin surfing silakan, yang ingin berjemur dan sambil makan kacang dan minum bir juga silakan.

Tapi yang perlu diperhatikan ialah pantai-pantai di Uluwatu kebanyakan berada di bawah tebing, sehingga turis harus naik turun tangga batu tinggi untuk mencapainya.

Santai di Bibir Tebing UluwatuPantai Padang Padang di siang hari. (Istockphoto/MariusLtu)

Bagi turis yang jarang berkeringat sebaiknya jangan terlalu ambisius saat naik tangga ketika pulang dari pantai. Sebaiknya melangkah pelan demi menghemat napas.

Walau bagi saya menjangkau Pantai Padang Padang dan Pantai Thomas amat sangat melelahkan, tapi pemandangan di sana amat sangat indah. Khususnya di Pantai Thomas, turis bisa dengan mudah berenang karena ombak dan karangnya tak terlalu menantang seperti di Pantai Padang Padang.

Santai di Bibir Tebing Uluwatu [EMB]Turis menikmati sunset di Pantai Padang Padang, Uluwatu, Bali. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)


Artikel masih berlanjut ke halaman berikutnya...

1 dari 2