Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki mencatat pada Mei 2018 sebanyak delapan ekor Penyu Belimbing mendarat dan bertelur di kawasan pantai Warebar Kampung Yenbekaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan bahwa dari ribuan telur itu, sebanyak 1.000 telur rusak dan sebanyak 2.706 telur berhasil menetas menjadi tukik.
Yusuf mengatakan masyarakat penggiat konservasi penyu kampung Yenbekaki membantu menjaga kawasan Pantai Warebar tempat sarang penyu raksasa tersebut dari serangan predator yang mengincar telurnya.
Penangkaran terhadap tukik dilakukan paling lama dua minggu setelah telur menetas, agar tukik benar-benar kuat lalu dilepaskan ke laut.
"Hasil kerja masyarakat penggiat konservasi penyu kampung Yenbekaki Raja Ampat sepanjang 2018 berhasil melepaskan sebanyak 2.706 ekor tukik penyu raksasa ke laut," ujarnya.
Penyu Belimbing merupakan penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya.
Nama penyu ini dalam bahasa Inggris adalah Leatherback Sea Turtle, namun masyarakat Indonesia banyak yang menyebutnya penyu raksasa, penyu kantong atau penyu mabo.
Berat penyu ini dapat mencapai 700 kg dengan panjang dari ujung ekor sampai mulutnya bisa mencapai lebih dari 305 cm.
Penyu pemakan ubur-ubur ini bergerak sangat lambat di daratan kering, namun ketika berenang merupakan reptil tercepat di dunia dengan kecepatan mencapai 35 Km per jam.
Masa migrasi Penyu Belimbing antara dua sampai tiga tahun dengan istirahat antara sembilan sampai sepuluh hari.
Di Indonesia, penyu yang dapat hidup selama 30 sampai 100 tahun ini merupakan hewan yang dilindungi atau tidak boleh diburu sejak tahun 1987 berdasarkan keputusan Menteri Pertanian.
(ard)