Mahasiswa Brawijaya Teliti Biji Salak untuk Anti-Penuaan Dini

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 19:24 WIB
Mahasiswa Brawijaya Teliti Biji Salak untuk Anti-Penuaan Dini Lima orang mahasiswa Universitas Brawijaya Malang meneliti manfaat biji buah salak untuk membantu mencegah penuaan dini. (Dok. Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi kulit wajah dan tubuh yang awet muda bak remaja, perempuan rela merogoh kocek dalam. Berbagai perawatan mahal, krim-krim wajah pun tak lepas jadi pilihan untuk meremajakan diri.

Namun pernahkah Anda berpikir kalau ternyata buah salak juga bisa jadi alternatif anti-penuaan dini atau antiaging?

Lima mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Brawijaya Malang meneliti manfaat biji buah salak untuk bahan kosmetik, yakni anti-penuaan dini.



Kini hasil penelitian itu dipresentasikan di Thailand.

Daniel Matin AG, salah seorang anggota tim penelitian menjelaskan bahwa selama ini biji buah salak hanya dianggap limbah yang tidak berguna.

"Padahal ada kandungan polifenol dalam biji salak yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Antioksidan diketahui bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dengan cara menekan radikal bebas akibat sinar ultraviolet matahari dan mencegah penurunan kolagen," katanya saat dihubungi Antara.

Daniel dan rekan timnya, Putu Dewi Pradnya Paramitha, Dewinta Intan Rachmawati, Vicka Marcellia Indriawati, dan Eki Mayuka Trisnawati melakukan penelitian yang dikatakannya sebagai pengembangan penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait.

"Proses pembuatan diawali dengan pengumpulan bahan baku, yaitu biji salak. Biji salak dikeringkan dengan oven pada suhu tinggi untuk mengurangi kadar air sehingga diperoleh serbuk biji salak yang lebih efektif diekstraksi. Biji salak kering dihancurkan hingga menjadi serbuk kemudian dimaserasi," katanya.

Terlebih dahulu, kata dia, dilakukan pemisahan ampas dan filtrat untuk didapat ekstrak cair biji salak. Ekstrak cair biji salak diolah lagi untuk didapatkan ekstrak kental.

Dia menambahkan bahwa, bahan-bahan tersebut kemudian diolah kembali sampai berbentu serum dengan partikel berukuran nano.


"Alasan dibuat sediaan antiaging dalam bentuk serum dikarenakan serum memiliki basis air yang lebih sesuai dengan cairan di tubuh sehingga lebih mudah menembus ke dalam lapisan kulit," katanya.

Sedangkan penghantar serum yang digunakan adalah transfersom yang memiliki karakteristik lebih fleksibel dalam menembus pori-pori kulit yang kecil tanpa memecah transfersom hingga ke target. (Antara/chs)


BACA JUGA