HARI VALENTINE

Budaya Memberi Bunga Tak Lepas dari Pengaruh Belanda

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 09:39 WIB
Budaya Memberi Bunga Tak Lepas dari Pengaruh Belanda Ilustrasi memberi bunga (Istockphoto/flukyfluky)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memberikan segenggam bunga untuk orang terkasih bukan lagi pemandangan yang aneh. Bunga ada di mana-mana, ia hampir tak pernah absen dalam setiap momen berbagi kasih, apalagi di hari valentine.

Momen mengungkapkan cinta, mengucapkan selamat, menengok orang sakit, hingga ucapan bela sungkawa tak pernah lepas dari bunga-bunga yang dirangkai cantik. Bunga seolah memanifestasikan dirinya sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang.

Seniman sekaligus pengajar profesional bunga di Intuition Floral Art Studio, Andy Djati Utomo mengatakan, bunga adalah perhatian. "Saat kita memberikan bunga kepada seseorang, berarti kita care pada orang tersebut," ujarnya pada CNNIndonesia.com, Kamis (7/2).



Kedekatan orang-orang Indonesia dengan tradisi menjadikan bunga sebagai ungkapan perhatian dan kasih sayang tak lepas dari cerita masa silam.

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah dijajah Belanda selama 350 tahun lamanya. Belanda sendiri dikenal sebagai salah satu negara penghasil bunga terbaik di dunia. Bahkan, Negeri Kincir Angin itu punya festival bunga rutin yang digelar pada April saban tahun.

Penjajahan Belanda itulah yang membuat popularitas tradisi memberi bunga dikenal di Indonesia. "Kita mewarisi praktik-praktik budaya yang dibawa bangsa lain, yang membentuk Indonesia sekarang," ujar pengamat sosial budaya Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, pada CNNIndonesia.com.

Masyarakat Indonesia, kata Devie, adalah masyarakat yang terserang virus poskolonial. Virus ini didefinisikan sebagai sesuatu yang menjangkiti mental seseorang yang pernah dijajah. Mental itu berbentuk pemikiran bahwa budaya Barat (negara penjajah) adalah budaya terbaik.


Tak ayal, kebiasaan memberikan bunga juga turut dibantu oleh kian berkembangnya budaya populer di tengah masyarakat. Budaya itu semakin tersebar dan meracuni perilaku masyarakat melalui televisi, film, dan musik.

Seiring waktu berjalan, kebiasaan memberi bunga kian populer. Bunga kian berkembang menjadi sebuah bisnis dan mendorong banyak orang untuk menjaga kualitasnya lebih baik lagi. "Kalau ini [bunga] terus dipasarkan, kebiasaan pemberian bunga akan terus diikuti oleh masyarakat," kata Devie.

[Gambas:Video CNN] (ims/asr)