Deretan Teror Rombongan Kecoa sampai Hujan Semut di Pesawat

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 14:02 WIB
Deretan Teror Rombongan Kecoa sampai Hujan Semut di Pesawat Kecoa. (Istockphoto/Sinhyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seekor kalajengking membuat geger penerbangan Lion Air rute Pekanbaru-Jakarta pada Kamis (14/2). Kalajengking itu terlihat merambat setelah penumpang membuka bagasi kabin saat pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada oukul 19.00 WIB.

Penampakan kalajengking dalam kabin pesawat bukan cuma pernah terjadi di Indonesia.

Dikutip dari AOL, pada dua tahun lalu seorang wanita disengat kalajengking dalam penerbangan di Alaska Airlines dari Los Angeles ke Portland, Amerika Serikat.


Beruntungnya pesawat belum sempat terbang, sehingga bisa kembali ditepikan, dan sang wanita langsung dilarikan ke rumah sakit.

Bukan cuma kalajengking, sejumlah penerbangan di dunia juga tercatat pernah disusupi oleh hewan lainnya:

Kecoa

Maskapai penerbangan American Airlines seakan menjadi "tumpangan" bagi kawanan kecoa yang bersembunyi di balik tirai kabin.

Pesawat yang harus terbang dari Miami ke Virginia, Amerika Serikat (AS), terpaksa harus menepi dan menurunkan penumpang selama dua jam untuk membubarkan rombongan kecoa tersebut.

Iguana

Iguana memang telah populer menjadi binatang peliharaan. Namun jika penumpang membawanya secara diam-diam, maka pesawat tak boleh terbang, karena tindakan tersebut berarti penyelundupan hewan.

Penerbangan WestJet terpaksa tertahan di Toronto, AS, karena igunana yang diselundupkan oleh penumpang kabur dari tas.

Selain untuk barang bukti, petugas bandara "memburu" gerombolan iguana itu juga karena khawatir mereka akan mengunyah kabel-kabel penting yang berhubungan dengan mesin pesawat.

Iguana. (ANTARA FOTO/Maulana Surya)

Lebah

Senasib dengan Lion Air, maskapai penerbangan Indonesia, Citilink, juga pernah disusupi oleh hewan bersengat: lebah. Kejadian ini berlangsung pada awal tahun 2017.

Pesawat terpaksa mengalami penundaan penerbangan selama 90 menit di Medan karena ribuan lebah memaksa masuk ke sayap kanan pesawat.

Beruntungnya ribuan lebah itu tidak bisa masuk kabin pesawat karena petugas pemadam kebakaran langsung menyemproti sayap kanan pesawat dengan air agar mereka dapat segera pergi.

Lebah. (REUTERS/Brendan McDermid)

Tikus

Penumpang British Airways dari London ke San Francisco pada awal tahun 2017 harus mengalami keterlambatan penerbangan selama empat jam karena ada tikus yang wara-wiri di dalam kabin pesawat.

Senasib dengan maskapai asal Inggris itu, maskapai Qatar Airways dari Madrid ke Doha juga diteror oleh tikus dalam kabin yang membuat pesawat terlambat berangkat selama enam jam.

Tikus. (Kapa65/Pixabay)

Ular

Maskapai penerbangan Egypt Air terpaksa mendarat darurat di kawasan resor Al Ghardaqa pada tahun 2012 karena seorang penumpangnya digigit ular kobra yang dibawanya masuk melalui tas jinjing ke dalam kabin pesawat.

Usai menggigit, ular kobra itu kabur dari kejaran petugas kabin, sehingga membuat ngeri penumpang yang lain, sehingga pesawat diminta mendarat darurat.

Qantas juga pernah mengalami kejadian serupa dalam penerbangan dari Alice Springs ke Melbourne pada 2009. Kali ini penerbangan terpaksa dibatalkan karena petugas mencari empat ulat piton yang kabur dari bagasi kargo.

Ular. (Foto-Rabe/Pixabay)

Semut

Kecil tapi kuat, adalah ungkapan yang pas untuk kawanan semut.

Apa yang terjadi jika ribuan semut terhambur dari lubang pendingin udara di kabin pesawat? Tentu saja pembatalan penerbangan.

"Hujan semut" itu langsung membuat sebagian penumpang mengalami gatal-gatal akut dan dilarikan ke rumah sakit.

Semut. (Pixabay/Wiegots)
(agr/ard)