Ratusan Orang Keracunan, KFC Mongolia Ditutup Sementara

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 14:23 WIB
Ratusan Orang Keracunan, KFC Mongolia Ditutup Sementara ilustrasi (Pixabay/sharonang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mongolia menghentikan sementara semua gerai restoran makanan cepat saji KFC di negara tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu bagian penyelidikan terhadap restoran ayam goreng tersebut. Sebelumnya, sekitar 42 orang dirawat di rumah sakit dan ratusan orang menunjukkan gejala keracunan makanan setelah makan di salah salah satu gerai KFC.

Dilaporkan setidaknya 247 orang mengalami keracunan makanan seperti diare dan muntah-muntah.


Mengutip Reuters, insiden keracunan ini terjadi di Ulaanbaatar minggu lalu. Metropolitan Professional Inspection Agency mengungkapkan bahwa hal ini terjadi karena buruknya pengecekan kebersihan internal restoran.

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pasokan air di restoran itu buruk sehingga banyak bakteri berkembang biak.


"Kami sangat menyesalkan dampak negatif yang diderita banyak orang, terutama tamu-tamu kami di Zaisan (Mongolia) dan kami bekerja sama untuk mendukung anggota tim dan pelanggan kami selama masa sulit ini," kata juru bicara KFC Global kepada Reuters melalui email, dikutip dari The Straits Times. 

"KFC Mongolia bekerjasama sepenuhnya dengan pemerintah untuk penyelidikan ini dan rekomendasi untuk mengatasi sumber insiden. Ini termasuk dengan penyelidikan menyeluruh di semua restoran KFC Mongolia, dan secara khusus untuk menentukan penyebab pasti dari insiden yang dilaporkan."

Tavan Bogd, konglomerat Mongolia yang menaungi KFC Mongolia juga menyampaikan permintaan maafnya. Dalam pernyataan terpisah dia mengatakan bahwa insiden itu terjadi karena lemahnya pemeriksaan kualitas internal. Selain itu standar dan peraturan harian juga dianggap tak dijalankan dengan baik. (Reuters/chs)