Waspada Efek Kebanyakan Makan Santan Saat Cap Go Meh

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 16:41 WIB
Waspada Efek Kebanyakan Makan Santan Saat Cap Go Meh Lontong Cap Gomeh (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seperti halnya Imlek, perayaan Cap Go Meh juga diwarnai dengan sajian khasnya yakni lontong Cap Go Meh. Masyarakat peranakan mengambil elemen-elemen kuliner Indonesia sehingga makanan ini tampak 'meriah'. 

Selain lontong, sambal goreng ati dan telur, makanan ini juga dilengkapi dengan sayur lodeh dan opor ayam. Keduanya jelas menggunakan santan sebagai bahan dasar kuah. Sebelum menyantap lontong Cap Go Meh, perhatikan dulu efek samping yang bisa ditimbulkan santan jika dikonsumsi secara berlebihan. 

1. Kenaikan kadar kolesterol


Ada anggapan bahwa santan mengandung kolesterol, tetapi yang benar adalah santan mengandung lemak jenuh. Kandungannya cukup tinggi. Dalam satu cangkir santan mengandung hingga 40 gram lemak jenuh. 


Lemak jenuh dapat memicu kenaikan kolesterol dalam darah. Lipoprotein yang bertugas mengangkut berbagai bentuk lemak dan kolesterol meningkat dan bisa menimbulkan masalah kesehatan dalam jangka panjang. 

Kadar kolesterol darah yang tinggi berhubungan dengan penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung. 

[Gambas:Video CNN]

2. Masalah pencernaan

Gurih dan lezat santan bisa menimbulkan masalah pencernaan pada beberapa orang. Santan mengandung serat yang cukup tinggi umumnya sekitar 14-18 persen. Serat yang tinggi bisa menimbulkan diare atau gas jika tubuh tak mampu menampung serat. Sebaiknya hindari konsumsi dalam jumlah banyak dalam sekali waktu. 

3. Berkontribusi pada kenaikan berat badan

Konsumsi sekitar 240 mililiter santan bisa berkontribusi pada suplai energi sebesar 552 kilokalori atau 27,6 persen kebutuhan kalori harian. Namun ini pun bakal berimbas pula pada asupan gula ke tubuh. 


Dalam sekitar 250 mililiter santan mengandung 8 gram gula. Gula sebanyak ini mampu berkontribusi pada kenaikan berat badan dan naiknya kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah jenis lemak yang terbentuk dari kalori yang tidak terpakai dan disimpan dalam sel lemak. 


4. Timbulkan reaksi alergi

Dilansir dari Medical News Today, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengklasifikasikan kelapa ke dalam pohon kacang-kacangan meski kelapa secara teknis adalah buah. Biasanya orang dengan alergi pohon kacang bisa mengonsumsi produk kelapa tanpa masalah. 

Akan tetapi, kandungan protein pada kelapa mirip dengan yang terdapat pada kacang-kacangan sehingga reaksi alergi bisa muncul. 

Orang yang mengalami alergi terhadap kelapa biasanya mengalami gejala sakit perut, mual, muntah, diare, rasa gatal pada area mulut, tenggorokan, mata atau kulit serta anaphylaxis. Anaphylaxis sangat jarang terjadi. Ini reaksi yang cukup mengancam jiwa meliputi pembengkakan, mengi (napas berbunyi seperti siulan disertai sesak napas) dan gatal-gatal. (els/chs)