Naluri Petualang di Koleksi Teranyar Itang Yunasz

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 15:30 WIB
Naluri Petualang di Koleksi Teranyar Itang Yunasz Koleksi Itang Yunasz di ajang Indonesia Fashion Week 2019. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Desainer senior Itang Yunasz menghadirkan naluri petualangan dalam koleksi terbarunya untuk label busana modest, Allea. Mengangkat tema 'Escape' atau melarikan diri, koleksi ini tampil berani dengan desain dan warna-warna mencolok.

Selain bemain corak, Itang mengatakan koleksi Escape memang menyasar perempuan penggemar jalan-jalan yang memilih untuk membawa perlengkapan multifungsi saat berpetualang.

"Saya punya tema Escape, perjalanan seorang hijabers muda yang pergi ke negeri yang bukan identik dengan Islam seperti  ke Amerika Serikat, China, atau Afrika," kata Itang kepada CNNIndonesia.com, usai show Allea di peragaan Modest Contemporer di Indonesia Fashion Week (IFW) 2019.


Meski mengangkat baju modest yang ditujukan untuk pengguna hijab, perempuan dinilai tetap harus berani tampil dan percaya diri saat berkelana.

Nafas tersebut kemudian diwujudkan dalam rupa motif serba tumpuk dalam balutan warna senada dalam 20 tampilan.

Koleksi Escape menampilkan motif garis-garis horizontal dan vertikal yang 'ditabrakkan' dengan corak polkadot atau kotak-kotak. Ragam motif ini dicetak dalam kain berbahan rayon yang ringan dan dingin serta poliester.

Kain dioleh menjadi atasan, celana kulot, tunik, dan luaran. Beberapa busana yang muncul dalam warna tegas seperti hitam, hijau, merah bata, biru, dan putih disebut juga bisa beralih fungsi sebagai tas saat menyatu dengan alam.

"Ini multifungsi untuk orang-orang yang suka traveling karena celana bisa jadi tas," ucap Itang.

Fungsi inilah yang membedakan koleksi Alles kali ini dengan koleksi sebelumnya yang dirilis setahun silam.

Nafas Petualang di Koleksi Teranyar Itang YunaszFoto: CNN Indonesia/Hesti Rika
Label busana modest kedua, Kamilaa

Selain mengenalkan koleksi khusus untuk perempuan petualang, di kesempatan yang sama Itang juga memamerkan koleksi anyar di bawah label Kamilaa. Berbeda dengan Alllea yang bermain dengan corak garis-garis, polkadot, dan kotak-kotak, Kamilaa menjadi label busana modest kedua yang memboyong cita rasa Nusantara.

Untuk koleksi perdananya, Itang mengataku terinspirasi dari budaya Palembang, Kalimantan, dan Sumba. Perancang yang sudah berkarier 38 tahun ini mengangkat motif-motif tenun dari ketiga daerah itu.

Nafas Petualang di Koleksi Teranyar Itang YunaszFoto: CNN Indonesia/Hesti Rika
Itang memberi tajuk koleksi perdana Kamilaa dengan tema 'Gracefull' atau keanggunan. Keanggunan itu diperlihatkan lewat 18 tampilan gaun modest. Motif-motif tenun ini dicetak di atas kain berbahan poliester.

"Kamilaa tetap bermain dengan tekstik Indonesia. Tahun ini ada penambahan Borneo karena IFW mengangkat tema Borneo," pungkasnya.

Itang beralasan jika motif tenun digunakan lantaran banyak motif khas Nusantara yang belum terekspos. Disamping itu, motif ini juga masih diminati pemakai busana modest di Indonesia.

Desain Kamilaa kali ini tampil dengan siluet yang lebih sederhana. Dalam palet warna cokelat, merah maroon, terakota dan biru, Itang mengolah kain itu menjadi beragam blus, tunik, gamis, kaftan, celana panjang, celana kulot, rok, dan luaran, serta hijab.

Bila dibandingkan dengan Allea, Kamila memiliki corak yang lebih ramai dengan potongan yang lebih anggun. Kamilaa memang label busana modest yang diperuntukkan untuk usia 30-50 tahun. Sedangkan Allea menyasar pasar yang lebih muda 20-30 tahun.

"Kebetulan sudah tiga tahun ini Kamilaa dipesan oleh Zalora dan hampir semuanya full motif karena tenun ya harus seperti tenun," jelasnya.

Dalam menyajikan koleksi di bawah label Allea dan Kamilaa, Itang dibantu oleh beberapa asisten yang merupakan perancang muda. Bantuan ini dilakukan terutama saat mengolah dan konsep hingga  busana siap dipasarkan ke seluruh Indonesia. (ptj)


BACA JUGA