Sakit Hati Urus Pernikahan Pacar yang Ditikung Teman

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 19:35 WIB
Sakit Hati Urus Pernikahan Pacar yang Ditikung Teman Ilustrasi (Istockphoto/martin-dm)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Cerita Luna Maya patah hati itu sudah banyak yang mengalami, yang lebih tragis pun banyak. Gue enggak bilang gue tragis, masing-masing orang berbeda. Luna Maya juga tragis, tapi gue juga punya versi gue sendiri," kata Sulis (bukan nama sebenarnya) kepada CNNIndonesia.com, mengawali percakapan mengenai patah hati siang itu.

Luna Maya yang patah hati karena mantan pacarnya, Reino Barack menikahi temannya, Syahrini. 

Tapi, Luna Maya tak sendiri. Jika tak berlebihan, hampir semua orang pernah bergulat dengan patah hati. Setiap orang punya cerita 'tragisnya' masing-masing.


Sulis, pegawai 26 tahun di Jakarta, ditinggal menikah kekasihnya. Namun tragisnya, saat itu, dia masih menjalin hubungan romantis dengan si dia. Hingga kini, dia masih berjuang melupakan sang mantan.

Pertemuan Sulis dan mantan kekasihnya itu, sebut saja Anto, berawal saat mereka menjadi mahasiswa baru di sebuah universitas di Bogor pada 2009 lalu. Tahun pertama hubungan mereka sebatas pertemanan. Canda tawa dan berbagai jenis keisengan Anto dan Sulis akhirnya berbuah menjadi cinta.

"Awalnya, dia orang yang mengganggu karena iseng dalam kehidupan gue. Setahun setelah itu jadi akrab dan makin dekat. Enggak ada pernyataan pacaran, tapi kita tahu kita saling sayang," ucapnya.

Bagi Sulis, kepribadian dan pemikiran Anto membuatnya jatuh cinta. Sosok Anto yang protektif, cuek tapi care, dan memiliki visi yang maju membuatnya kesemsem.

Mereka kerap menghabiskan waktu dengan mengobrol dan makan bersama di sela-sela jadwal kuliah atau organisasi. Mereka juga kerap bertukar hadiah. Sulis pernah memberikan Anto sebuah jaket, sedangkan Anto selalu terlibat dalam setiap surprise untuk Sulis.

Hubungan mereka juga diwarnai putus nyambung karena masalah yang sepele. Tiap kali berseteru karena salah paham, beda sudut pandang atau Sulis yang cemburuan, Anto selalu berusaha untuk bisa kembali mencairkan suasana.

"Dia selalu berusaha untuk mendekati gue lagi. Paling sehari atau tiga hari dan upaya dia selalu berhasil," ungkap Sulis.

Pola hubungan seperti ini berlangsung selama empat tahun. Sampai di penghujung kuliah pada 2014, hubungan mereka sempat renggang lantaran Sulis cemburu berat dan memutuskan untuk putus karena ingin fokus pada tugas akhir dan proyek event organizer (EO) yang juga ditekuninya.

Berbulan-bulan mereka tak lagi berkomunikasi. Mereka putus kontak. Namun 'jodoh' membuat mereka bertemu kembali di awal 2015. Dua sejoli ini kembali merajut kasih yang sempat padam.

"Dia sudah enggak cuek, dia lebih perhatian kadang ada sisi romantisnya. Kami kembali lagi dengan rasa yang lebih hangat," ujar Sulis.

Sulis menganggap hubungannya kali ini jauh lebih serius. Dia bahkan sudah merencanakan masa depan bersama dengan Anto.

Namun, apa mau dikata. Nasib orang tak ada tahu. Bak petir di siang bolong, pada Mei 2015, Anto dikabarkan akan menikah.

Bagaimana mungkin, Sulis dan Anto masih berpacaran, bahkan sedang hangat-hangatnya. Padahal, saat itu tak ada gelagat apa pun dari Anto dan hubungan mereka bahkan tengah romantis.

Tak percaya kabar burung, Anto mengaku dia akan menikahi perempuan lain dari hasil ta'aruf (perjodohan secara Islam).

Itu bukan satu-satunya kabar buruk. Kabar buruk lainnya, perempuan yang akan dinikahi Anto adalah teman baik Sulis. Faktanya, dia tahu tentang hubungan mereka berdua, maklum Sulis kerap curhat kepadanya.

"Ternyata orang itu adalah teman kita berdua, anggap aja namanya si A, orang kepercayaan gue. Saat dengar kabar itu gue cuma bengong," tutur Sulis.

Dia tak bisa berbuat apa-apa selain mengiklaskan pernikahan mereka berdua.

Namun kabar buruk pernikahan tersebut bukan akhir dari segalanya. Anto meminta Sulis untuk datang ke pernikahannya pada Agustus 2015 lalu.

Bukan hanya sekadar datang, tapi Sulis yang seorang EO juga diminta untuk mengurus pernikahan Anto dan calon istrinya ketika itu. Dengan alasan profesionalisme, Sulis pun menyanggupinya walau hatinya terluka bak teriris sembilu.

Akan tetapi, profesional dan sakit hati memang berlawanan. Patah hatinya semakin menjadi-jadi. Saat mengurus pernikahan itu, dia mengaku tak bisa fokus sepenuhnya.

Air matanya nyaris tumpah, semakin dekat hari pernikahan, hatinya semakin sakit.

"Ketika melihat dia ijab kabul nyeseknya tuh ampun-ampunan dan gue ada di ruangan itu. Nyesek banget sampai lemes," katanya.

Upacara pernikahan pun berlangsung lancar. Di rumah, dia tak lagi bisa membendung sakit hatinya. Dia menangis sejadi-jadinya. Tubuhnya lelah, lemas, tak berdaya, baik fisik maupun pikiran.

Dia hanya bisa menangis tak henti-henti. Kecewa, stres hingga depresi dia rasakan sebagai buntut patah hati. Rasa sakit hati dan depresi bahkan membuatnya sempat tidak percaya pada Tuhan.

Alkohol, rokok, penyalahgunaan obat, dan cinta satu malam jadi 'solusinya' saat itu. Demi menghilangkan bayang-bayang sang mantan, dia juga sempat menghabiskan banyak uang untuk belanja dan liburan.

"Hanya untuk menyembuhkan rasa sakit gue. Hanya untuk mencoba menunjukkan gue enggak sakit, gue bisa bahagia," ungkap dia.

Bangkit dari patah hati

Sulis sadar, patah hatinya tak bakal membuat Anto kembali. Dia pun mencoba untuk bangkit dari keterpurukannya.

Kondisi yang semakin parah membuat Sulis mencari pertolongan. Dia mengikuti sejumlah terapi dan konseling bersama psikolog di Puskesmas. Dia pun belajar untuk tidak menyalahkan siapa-siapa dan berdamai dengan keadaan.

"Gue berdamai, menerima, memaafkan semua yang sudah pernah terjadi," ujar Sulis.

Sulis pun kini optimis bisa menemukan orang yang lebih baik daripada Anto, meskipun dia sadar jalannya akan sulit. Dia pun percaya setiap orang, termasuk Luna Maya bisa lepas dari patah hati.

"Intinya kisah Luna Maya bukan berarti dia paling sedih. Semua bisa survive, bukan berarti ditinggal mantan semua berakhir, butuh waktu lama untuk bangkit tapi bukan berarti enggak mungkin," ucapnya. (ptj/chs)