Perempuan Pemilik Obi Kimono Terbanyak di Dunia

CNN Indonesia | Senin, 04/03/2019 17:46 WIB
Perempuan Pemilik Obi Kimono Terbanyak di Dunia Ilustrasi kimono (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecintaan Takako Yoshino pada kain tradisional Jepang membuatnya mendapatkan rekor dunia. Ahli kimono ini berhasil memecahkan rekor pemilik Obi atau ikat kimono terbanyak di dunia. Nama Yoshino kini tercatat dalam Guinness World Records.

Obi merupakan ikat atau selempang yang digunakan pada baju tradisional perempuan Jepang, terutama kimono. Koleksi Yoshino mencapai 4.516 obi, empat kali lipat lebih banyak dari pemilik rekor sebelumnya yang punya 1.111 obi.

Koleksi perempuan yang kini sudah memasuki usia kepala enam ini terdiri dari beragam obi kimono yang antik hingga modern. Yoshino punya obi kimono dari periode Edo atau pertengahan 1800-an. Dia juga memiliki banyak obi Nagoya, jenis obi yang lebih pendek.


Yoshino mulai mengoleksi obi kimono sejak dia berusia 20-an. Dia mengaku terpukau dengan kecantikan obi.

"Ada estetika khusus di obi, dia menjadi pusat semua keindahan dan hiasan di bagian kecil pakaian tradisional. Saya diminta untuk memilih obi dengan hati-hati sehingga cocok dengan saya, kimono, dan kegiatan yang didatangi," kata Yoshino dikutip dari situs resmi Guinness World Records.

Saat Yoshino mengajar tentang kimono di sebuah institusi, koleksi obinya pun semakin bertambah. Dia menggunakan obi itu untuk mengajar murid-muridnya.

"Lebih mudah untuk mengajar siswa mengenai gaya dan pola yang berbeda ketika Anda dapat meletakkan obi yang sebenarnya di depan mereka," ucap Yoshino.

Yoshino mencontohkan penggunaan kanvas pada obi Saga Nishiki dari periode Meiji (1868-1912). Penggunaan kanvas itu membuat obi terasa lebih berat.

Namun, pengaruh Barat di Jepang membuat obi perlahan berubah menjadi lebih terang. Dia memperlihatkan obi itu langsung kepada murid-muridnya.

Pada satu masa di Jepang sekitar 1950, obi bahkan dianggap lebih penting ketimbang kimono. Namun, saat kimono tak lagi jadi pakaian sehari-hari, pengetahuan pada obi dan kimono pun memudar.

Yoshino pun masih berambisi memiliki lebih banyak obi kimono. Menurutnya, mode terus berubah seiring berjalannya waktu.

"Saya masih merasa ini tidak cukup. Situasi mode berubah seiring perubahan usia dan gaya hidup Anda. Saya sangat merasa bahwa semakin banyak obi yang saya miliki, semakin banyak yang bisa saya ajarkan." tutur Yoshino.

Lewat koleksi obi ini, Yoshino ingin menunjukkan kepada orang-orang salah satu estetika paling penting di Jepang kepada banyak orang. (ptj/asr)